Home / Pendidikan / Saudaraku yang terusik

Saudaraku yang terusik

SAUDARAKU YANG TERUSIK

Karya, Sumarni Wati

Ketenanganmu terusik
Kekhusukanmu terganggu oleh oknum itu
Aku terpaku, merintih, melihat kejadian itu, di alam fatamorgana
Aku terpaku tak sanggup melangkah, dan berkata
Tanganku tak mampu menggapaimu saudaraku

Hanya kutukan pada mereka yang menindasmu yang mampu aku lakukan
Kejadian tragis itu membuat luka yang dalam
Air mata tak berarti dibandingkan darah yang mengalir dari tubuhmu
Darah para shuhada yang mengiringmu ke surga-Nya

Saudaraku
Hatiku tertusuk pedang melihatmu bergelimpangan tanpa dosa
Hatiku perih, pedih, tertusuk pedang mendengar jeritan,
rintihan, dan doa-doa mu yang suci

Saudaraku
bukan saja dirimu yang tertatih, terseret,
tersandung dan terjatuh di Selandia Baru,
tapi aku saudaramu seiman, dan seluruh jagat ikut tersandung terjatuh
terseret sepertimu di Selandia Baru, aku merasakan itu saudaraku…

Saudaraku
Kemanakah tangan-tangan yang mampu menggapaimu
Mengapa mereka diam dan membisu?
Apakan mereka telah menjadi buta dan tuli?
Apakah mereka tidak mendengar rintihan dan jeritanmu?

Saudaraku
Jangan bersedih, karena Allah selalu ada di dekatmu
Jangan merintih, karena Allah tau apa yang telah menimpamu
Allah maha mengetahui rintihan dan doa-doamu para syuhadaku
Rintihan dan doamu saudaraku menjadikan dirimu orang yang mulia sebagai syuhada di sisi-Nya.

Bila tiba masanya balasan itu datang pada orang-orang yang menindasmu
Mereka akan hancur, lebur, dan tak berarti
masa itu akan datang padamu wahai Manusia pengusik doa saudaraku

About Admin

Check Also

Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

3.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual – Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran Oleh : Vonna Rohaza, S. Pd. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *