Home / Inspirasi / Satu Jam Bersama Duta Rumah Belajar Provinsi Aceh

Satu Jam Bersama Duta Rumah Belajar Provinsi Aceh

LHOKSUKON | Jurnalpase.com –Salah satu guru di Kabupaten Aceh dinobatkan menjadi Duta Rumah Belajar dari Provinsi Aceh pada tahun 2018. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kali ini DRB dari Provinsi Aceh, Qusthalani berbicara blak blakan mulai dari seleksi calon DRB 2018 sampai dengan pasca diberikan tanggung jawab menjadi perpanjangan tangan dari Pustekkom tersebut.

Qusthalani Duta Rumah Belajar Provinsi Aceh

Satu jam bersama DRB ini berlangsung di salah satu lokasi tempat tugas beliau SMAN 1 Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Sabtu (16/03/2018) Jurnalpase.com menemui beliau di ruang kerjanya, namun karena beliau sedang mengajar jadi harus menunggu beberapa saat.

Setelah selesai menjalankan tanggungjawabnya beliau melambaikan tangan sebagai isyarat untuk ke lokasi yang ditunjukknya, yakni kantin sekolah. Tempat yang nyaman dan asri untuk melakukan dialog santai. “mari kita bersantai saja, jangan terlalu formal,” ucap Qusthalani.

Berikut wawancara lengkap bersama DRB Provinsi Aceh di SMAN 1 Matangkuli:

Bang Qusthalani, boleh diceritakan sedikit. Sudah jadi guru mulai tahun berapa dan mengajar pelajaran apa

Saya jadi guru mulai dari tahun 2010. Bisa dikatakan ini adalah rezeki yang Allah berikan, karena dari semenjak kecil tidak bercita-cita menjadi guru. Jangankan bercita-cita, bermimpi saja tidak. Pengangkatan pertama saya di daerah basis GAM yaitu Paya Bakong. Pelajaran yang saya ampu sesuai dengan basic di perguruan tinggi yaitu fisika.

Bang Qusthalani, sepertinya sudah tidak asing lagi dengan dunia TIK dalam pembelajaran

Dikatakan tidak asing, gak juga. Tapi penggunaan TIK dalam pembelajaran memang sudah menjadi keharusan. Jadi bisa ga bisa, suka g suka kita harus mampu mengimplementasikan TIK dalam setiap pembelajaran di sekolah. Pembelajaran yang saya terapkan bisa dikatakan semi TIK, campuran pembelajaran menggunakan model biasa dan evaluasi berbasis online.

Berapa lama Abang sudah menggunakan TIK dalam setiap pembelajaran yang abang lakukan

TIK dasar yang saya gunakan sudah tiga tahun yang lalu, namun TIK tindaklanjut baru setahun terakhir ini. Baik evaluasi secara daring, maupun pembelajaran jarak jauh. Apalagi ketika ada sebuah kompetensi berbasis TIK, saya menjadi termotivasi untuk terus menggiatkan penggunaan TIK dalam pembelajaran Fisika. Seperti tahun lalu mendaftar dalam kegiatan pembatik, merupakan bagian seleksi calon DRB. Saya terus mendalami penggunaan TIK dalam setiap jadwal pembelajaran saya.

Abang menggunakan TIK apa ada hubungannya dengan isu pendidikan 4.0 yang sedang dibacarakan oleh semua stakeholder saat ini.

Sebenarnya sangat erat hubungannya, karena dalam era pendidikan 4.0 semuanya serbai terhubung dengan internet. IoT (internet of thinks) sudah menjadi gaya hidup para remaja saat ini. Jikalau kita masih menggunakan cara-cara lama dalam pembelajaran maka kita akan terus tertinggal dan ditertawakan oleh anak didik kita. Saat ini tanpa kita sadari, dunia sudah semakin jauh kedepan dan pendidikan kita tertinggal dibelakang. Pelan-pelan kita menyesuaikan untuk mendidik anak-anak kita sesuai dengan pendidikan 4.0 atau revolusi industri 4.0.

Dari mana Abang tahu informasi pembukaan pendaftaran seleksi calon DRB 2018

Informasi ini saya dapatkan pertama sekali dari WAG, namun saya belum serius waktu itu. Kemudian membaca kembali di wall salah satu media sosial, sehingga saya coba-coba mengikutinya. Akhirnya menjadi tertantang untuk menyelesaikan sampai tahap akhir.

 Bang Qusthalani apa yang menjadikan Anda termotivasi ikut seleksi Calon DRB ini

Awal ikut, cuma iseng iseng aja. Akhirnya menjadi ketagihan, karena saya mendapatkan banyak ilmu baru terkait ilmu TIK. Tentang portal rumah belajar yang begitu banyak manfaatnya, juga ilmu bagaimana membuat sebuah konten pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum sekolah. Disini saya memahami bahwa implementasi TIK dalam pembelajaran bukan hanya menggunakan LCD proyektor, menggunakan power point dalam penjelasan materi, tapi pembelajaran berbasis TIK lebih dari itu semua. Mulai dari awal belajar, sampai akhir pembelajaran harus bisa memanfaatkan TIK.

Dengar-dengar ni Pustekkom kembali membuka penjaringan calon DRB 2019, boleh diceritakan sedikit alur pendaftaran sampai menjadi DRB Provinsi Aceh

Kemeterian Pendidikan melalui pustekkom membuka program pembatik (pendidikan berbasis TIK). Kegiatan ini sudah berjalan lebih kurang dua tahun. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme guru-guru Indonesia untuk menggunakan TIK dalam pembelajaran. Penggunaan harus bisa menyesuaikan jensi TIK dan kurikulum yang terus mengalami perubahan di Indonesia. Nah, reward yang diberikan bagi yang lolos sampai ketahap akhir adalah mengangkat menjadi Duta Rumah Belajar pada setiap provinsi. Garis koordinasi langsung dengan Pustekkom Kemdikbud RI.

Alur pendafatarannya, antara lain: mendaftar akun di simpatik.belajar.kemdikbud.go.id. Nah, ketika sudah ada akun, maka langsung mendownload modul untuk dipelajari secara mandiri. Pendaftaran dimulai dari tanggal 18 Maret sd 18 April 2019. Tingkat ini dinamakan dengan level satu (literasi TIK). Bagi peserta yang telah lolos postest secara daring, wajib mendapatkan sertifikat dan melanjutkan ke level dua (implementasi TIK).

Pada level tersebut, peserta diberikan lagi modul untuk dipelajari dan sudah ada tugas yang harus dikerjakan. Untuk tahun yang lalu, tugasnya adalah membuat konten pembelajaran, membuat RPP berbasis TIK dan video bukti implementasi pembelajaran berbasis TIK di sekolah masing-masing. Diakhir pembelajaran juga ada postets sebagai pra syarat melanjutkan ke level selanjutnya dan peserta yang lewat nilai KKM, wajib mendapatkan sertifikat.

Level tiga (kreasi TIK), ini merupakan level yang ditunggu-tunggu sama peserta. Pada level ini peserta yang lolos 30 besar dari level dua akan bertemu langsung dengan DRB 2018 dan narasumber dari pustekkom. Pengalaman tahun lalu, level tiga dilaksanakan secara tatap muka di ibukota provinsi. Peserta diberikan pendalaman materi tentang portal rumah belajar dan editing video. Semua peserta wajib menyelesaikan selama karaktina tersebut. Buat naskah video, pengambilan video dan editing video. Di akhir nanti, juga sama seperti level-level sebelumnya, peserta diberikan tugas selama satu bulan (tergantung deadline anugerah Kihajar). Tugas pada level ini yaitu sosialisasi portal rumah belajar dan konten pembelajaran.

Bagi peserta terbaik akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti level empat (berbagi). Setiap provinsi hanya satu orang yang berhak mendapatkan penghargaan di Jakarta, satu orang itu adalah DRB Setiap provinsi. Trus disini pustekkom memberikan penghargaan berupa pengangkatan menjadi Duta Rumah Belajar di Provinsi masing-masing. Selain itu untuk menunjang kerja di lapangan nantinya pustekkom juga memberikan sebuah smartphone dan laptop. Juga berhak dipilih untuk menjadi DRB terbaik nasional.

Kegiatan pada level empat yaitu loka karya, pendalaman materi dari berbagai instansi besar, perusahaan IT besar di Indonesia, dan seminar TIK secara Nasional. Selain itu juga diajak mengenal lebih dekat dengan pustekkom yang sudah menjadi rumah bagi semua para DRB.

Semua itu tahapan yang harus dilalui oleh para peserta. Kalau dikatakan sulit, tidak juga. Tapi proses ini akan memberikan ilmu baru bagi kita terikait TIK. Jadi, jangan seperti anggapan sebagian orang selama ini. Menjadi DRB itu proses tidaklah instan, ada proses panjang selama satu tahun yang harus kita lalui. Bersabar dan do’a, itu yang utama.

Alur Pendaftaran dan Jadwal Pembatik 2019

DRB dibayar tidak bang ya, kalau tidak apa yang abang dapatkan bersama teman-teman DRB provinsi lain

DRB tidak dibayar, kita adalah voluenter dari pustekkom. Kita bekerja secara sosial untuk pendidikan di Indonesia. Walaupun ada beberapa hadiah yang diberikan pustekkom, juga reward berupa undangan menjadi narasumber di beberapa kota di Indonesia. Tapi itu hanyalah bonus, tujuan kita satu. Walau tanpa bayaran, seluruh Indonesia harus menggunakan TIK dalam pembelajaran. Salah satunya adalah menggunakan portal rumah belajar secara gratis.

Yang kita dapatkan adalah keluarga baru, rumah baru. Berkumpul dengan guru-guru super dari seluruh Indonesia. Kita satu, kita adalah Duta Rumah Belajar Pustekkom Kemdikbud.

Setelah jadi DRB apa tanggungjawab yang diberikan oleh pustekkom

Sebagai bagian dari pustekkom, kita punya tanggungjawab untuk terus mensosialiasikan ke daerah masing-masing untuk  menggunakan rumah belajar dalam setiap kegiatan PBM, sesuai dengan rencana tindak lanjut yang sudah kita susun sebelumnya. Berbayar saja kita mau, apalagi fasilitas yang diberikan oleh kemdikbud ini gratis. Selain itu kita juga berkomitmen, sesuai dengan ikrar kita di Jakarta bahwa akan menggunakan TIK dalam pembelajaran di sekolah.

Selain itu kita juga wajib turut andil dalam memperkaya konten-konten di Portal rumah belajar. Semua itu akan terasa ringan, jika dikerjakan dengan iklas dan niat belajar terus berbagi.

DRB juga diundang untuk mengikuti beberapa kegiatan seminar TIK di berbagai daerah di Indonesia. Baru-baru ini kita baru pulang menghadiri Rakor DRB di Jakarta. Punya tujuan menyamakan persepsi untuk memajukan portal rumah belajar secara bersama-sama. Kita semua punya tanggung jawab sesuai komitmen awal, semua itu akan ditagih oleh pustekkom. Para DRB juga dibolehkan untuk menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder, baik yang punya koordinasi langsung maupun tidak.

Kemana saja sudah sosialisasi dan kerjasama yang dijalin di Provinsi Aceh

Kalau saya baru membangun komunikasi dengan Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh, Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Utara dan Organiasi Profesi Guru di Aceh. Rencana kedepan akan melakukan audiensi dengan LPMP, BP PAUD DIKMAS, Balai Bahasan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara. Walau saya guru SMA, memiliki tanggung jawab juga mensosialisasikan program ini  ke sekolah jenjang PAUD, SD dan SMP.

Sejauh ini apa saja yang sudah abang siapkan untuk mendapatkan talenta baru DRB 2019 nanti

Promosi secara sistematis di media sosial, juga membentuk WAG biar mudah koordinasi. Selain itu saya juga ada membentuk forum belajar cek gu Aceh Utara. Forum ini dibentuk dengan tujuan untuk berbagi informasi dan ilmu kepada semua. Belajar menulis dan TIK adalah program utamanya. Pembelajaran TIK dasar sudah kami laksanakan, kedepan Saya berencana mengadakan pelatihan editing video berbasis smartphone, sekalian dengan sosialisasi pembatik 2019.

Saya juga merupakan ketua dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Utara. Jabatan ini menjadi nilai tambah, karena komunitas yang besar memungkinkan saya mengajak teman-teman untuk uji nyali dan melihat kemampuan dengan menjadi bagian dari pembatik 2019. Mudah-mudahan tahun 2019 akan lahir DRB yang lebih handal dari Provinsi Aceh.

Apa harapan abang selama menjadi DRB Provinsi Aceh

Harapan saya, mudah-mudahan informasi terkait portal rumah belajar dapat dirasakan seluruh 23 kabupaten/kota di Aceh. Bersama-sama pemangku kebijakan dapat menularkan ilmu-ilmu yang saya dapatkan selama menjadi DRB.

Terakhir bang, apa harapan abang untuk pendidikan di Indonesia umumnya dan Aceh khususnya.

Tanpa kita sadari, saat ini kita sudah memasuki era pendidikan 4.0. Pendidikan tidak lagi, duduk diam dan mencatat. Para peserta didik, harus diajak untuk belajar secara asyik dan menyenangkan. Kalau hanya mengajarkan materi, kita akan kalah dengan mereka. Ilmu mereka tentang TIK jauh diatas kita, tinggal googling mereka dapat menyelesaikan tugas sekolah dalam waktu setengah jam. Semoga kedepan, para pemangku jawaban, pengambil kebijakan, orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan benar-benar memikirkan pendidikan. Anggaran pendidikan yang begitu besar, sudah seharusnya pendidikan kita bangkit. Jangan alergi dengan orang-orang yang membawa perubahan, jangan alergi dengan suatu hal yang baru. Ketika berbayar saja kita mau, kenapa dengan yang gratis dan punya kita sendiri kita enggan. Semoga kedepan pendidikan kita tidak berbasis proyek semata, tapi berbasis mutu dan mewujudkan visi misi peemerintah Aceh yaitu Aceh Carong, meusyehu ban sigom nanggroe.[]

About Redaksi

Check Also

Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

3.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual – Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran Oleh : Vonna Rohaza, S. Pd. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *