Home / News / The Japan Foundation Buka Pendaftaran Program 2025: Peluang Emas untuk Guru dan Pecinta Budaya Jepang

The Japan Foundation Buka Pendaftaran Program 2025: Peluang Emas untuk Guru dan Pecinta Budaya Jepang

Jakarta | Jurnalpase.com, 26 Mei 2025 –The Japan Foundation, Jakarta resmi membuka pendaftaran untuk sejumlah program unggulan tahun 2025, termasuk ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Teachers dan Japan Cultural Weeks. Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antarbangsa melalui pendidikan dan pertukaran budaya.

Program pertukaran guru yang diberi nama ASEAN-Japan Exchange Program for Secondary School Teachers ditujukan bagi guru berprestasi jenjang Dikmensus tahun 2022 dan 2024. Pendaftaran dibuka mulai hari ini, 26 Mei 2025, melalui laman LPDP GTKPG di https://gtk.dikdasmen.go.id/microcredential/jf-2025.

Tahapan seleksi mencakup seleksi administrasi pada 30 Mei hingga 2 Juni 2025, dilanjutkan dengan seleksi wawancara pada 3–5 Juni 2025. Hasil seleksi akan diumumkan pada 12–13 Juni 2025.

Direktur GTK Pendidikan Menengah dan Khusus, Putra Asga Elevri SSi MSi, menyampaikan bahwa program ini menjadi kesempatan luar biasa bagi guru Indonesia untuk memperluas wawasan dan pengalaman internasional.

“Kami mendorong para guru berprestasi untuk memanfaatkan kesempatan ini. Pengalaman langsung di Jepang akan memperkaya perspektif pendidikan dan mempererat kolaborasi antarnegara,” ujarnya.

Sementara itu, The Japan Foundation juga menggelar Japan Cultural Weeks pada 8–19 Juni 2025 di kantor The Japan Foundation, Jakarta. Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan kuota terbatas. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan di bio Instagram resmi @jf_jkt.

Kepala Program Budaya The Japan Foundation Jakarta, Yukari Sato, menambahkan bahwa Japan Cultural Weeks akan menampilkan berbagai kegiatan interaktif, seperti lokakarya seni tradisional, pemutaran film, dan pertunjukan musik Jepang.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman budaya Jepang yang autentik dan menyenangkan bagi masyarakat Indonesia. Ini adalah bentuk pertukaran budaya yang hidup dan inklusif,” jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi terkini melalui website resmi dan media sosial The Japan Foundation, Jakarta, mengingat kuota peserta terbatas dan animo yang tinggi tiap tahunnya.[]

About Redaksi

Check Also

Regulierung von Wettanbietern ohne OASIS: Was man wissen sollte

Regulierung von Wettanbietern ohne OASIS: Was man wissen sollte Die Regulierung von Wettanbietern in Deutschland …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *