Minggu , 18 Januari 2026
Home / News / Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Mantapkan Kepemimpinan Sekolah Lewat Pelatihan Holistik BCKS

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Mantapkan Kepemimpinan Sekolah Lewat Pelatihan Holistik BCKS

ilustrasi AI
keterangan gambar: ilustrasi AI

Jakarta | Jurnalpase.com, 24 Mei 2025 –Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) di bawah naungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) GTK pada 22–23 Mei 2025. Agenda utama Rakor adalah penguatan pelaksanaan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) secara holistik dan integratif.

Pelatihan ini bertujuan mempersiapkan para guru baik ASN maupun non-ASN yang telah lulus seleksi substansi untuk menjadi pemimpin satuan pendidikan yang berintegritas, profesional, dan inovatif. Kurikulum pelatihan menekankan pada tiga kompetensi utama: kepribadian, sosial, dan profesional. Pelatihan diberikan melalui tiga moda belajar: mandiri via LMS, tatap muka di kelas, dan praktik langsung melalui shadowing di sekolah bersama kepala sekolah mentor.

Direktur KSPSTK Dr. Kasiman, S.Pd., ST., M.M., yang baru dilantik pada 31 Januari 2024, menegaskan pentingnya pembelajaran kontekstual dalam pelatihan ini.

“Kami ingin mencetak kepala sekolah yang tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dan mampu mengambil keputusan berbasis kebajikan di lapangan. Itulah mengapa pendekatan belajar holistik kami tekankan, termasuk kegiatan shadowing di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, pelatihan juga mempersiapkan peserta untuk mengelola satuan pendidikan berbasis data, menyusun evaluasi program, melakukan supervisi akademik, hingga mengembangkan kreativitas guru dan peserta didik melalui program kewirausahaan sekolah.

Prof. Nunuk Suryani, Direktur Jenderal GTK, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari grand desain Program Kepemimpinan Sekolah.

“Kita tidak bisa berharap pada perubahan di sekolah tanpa pemimpin yang tangguh. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mendampingi setiap tahap pelatihan ini secara ketat dan sistematis,” jelasnya.

UPT dan Lembaga Penyelenggara Pelatihan (LPP) diminta untuk memfasilitasi seluruh aspek teknis pelatihan, mulai dari ruang belajar, sarana pembelajaran, hingga logistik untuk kegiatan shadowing. Selain itu, sertifikat pelatihan akan diberikan hanya kepada peserta yang memenuhi standar nilai dan kehadiran sesuai ketentuan.

Pelatihan ini didukung oleh pendanaan dari berbagai sumber, termasuk APBN, APBD, serta pihak-pihak swasta yang sah dan tidak mengikat, sesuai regulasi PNBP.

“Dengan sinergi antara pusat, daerah, dan mitra strategis, kami optimis pelatihan ini akan melahirkan kepala sekolah yang menjadi agen perubahan pendidikan Indonesia,” pungkas Dr. Kasiman.[]

About Redaksi

Check Also

IGI Nagan Raya Salurkan Bantuan ke SDN 1 Beutong Ateuh

Nagan Raya | Jurnalpase.com, 11 Januari 2026 – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Nagan Raya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *