
Aceh Utara | Jurnalpase.com, 19 Juli 2026 – Puluhan pendidik, penggerak Komunitas Belajar, dan perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) memadati Aula SMAN 1 Syamtalira Bayu, Sabtu (18/7/2026).
Mereka hadir untuk mengikuti gelaran Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII tingkat daerah Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan berskala daerah ini sukses terlaksana atas kolaborasi apik antara Guru Belajar Foundation dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Utara.
Acara ini terasa semakin spesial karena dihadiri langsung oleh Head of Teacher Leadership Program Guru Belajar Foundation, Ibu Dias Rahmasari.
Selain itu, jajaran pemateri profesional dari berbagai unsur juga turut dihadirkan, mulai dari pengawas sekolah, fasilitator, Guru Pejuang Digital, hingga perwakilan komunitas pendidikan lainnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Dr. (c). Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya sebagai keynote speaker, Muhammad Johan membakar semangat para guru yang hadir dengan menekankan pentingnya peran pendidik dalam mencetak generasi emas daerah.
“Guru adalah pilar utama dalam mewujudkan daerah kita yang meusyeuhu (masyhur) akan prestasi dan mutu pendidikannya,” ujar Muhammad Johan.
Beliau menambahkan, forum literasi dan ruang berbagi seperti TPN ini menjadi wadah penting untuk menata masa depan daerah.
“Melalui forum seperti TPN ini, kita sedang menata masa depan untuk melahirkan aneuk meutuah (anak-anak mulia) di Aceh Utara. Generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing global,” lanjutnya memotivasi.
Sementara itu, Ketua IGI Kabupaten Aceh Utara, Qusthalani, M.Pd., menegaskan komitmen kuat organisasi dalam mengawal peningkatan mutu guru secara berkelanjutan di Bumi Pase.
Qusthalani berharap forum TPN XIII ini dapat menjadi pemantik lahirnya berbagai praktik baik pembelajaran yang bisa langsung diterapkan di ruang kelas.
“Keberhasilan acara ini adalah buah dari kerja sama solid kita semua,” ungkap Qusthalani saat menyampaikan laporan dan arahannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, pemateri, dan peserta dari berbagai unsur yang telah mendedikasikan waktu mereka.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak atas waktu, tenaga, dan pikiran yang telah dicurahkan. Semoga apa yang sudah kita kerjakan ini menjadi amal jariyah dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi serta transformasi kepemimpinan pendidik di Aceh Utara,” pungkas Qusthalani.
Sebagai informasi, kegiatan TPN XIII tahun ini mengambil tema “Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia”, berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Pemimpin, Pendidik, dan Kompetensi.
Acara ditutup dengan komitmen bersama dari para peserta untuk terus merawat ekosistem belajar yang berdampak bagi sekolah masing-masing di Aceh Utara.[]
Jurnal Pase Media Online Pase