Kamis , 25 November 2021
Home / Inspirasi / THE BEST MOTIVATOR LITERASI

THE BEST MOTIVATOR LITERASI

Foto pada momen perpisahan Siswa-siswi SMAN1 muara Batu foto bersama dengan piagam dari penerbit atas karya mereka..

THE BEST MOTIVATOR LITERASI
(Oleh Rauzatunnur dan Nilam Ikhwana)

Literasi bukanlah hal yang asing lagi untuk kita dengar. Karena itu terkait erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dalam berkomunikasi contohnya, tentu kita perlu memiliki kemampuan literasi yang baik. Sebelum mengkaji lebih dalam, tentu saja kita harus memahami konsep literasi terlebih dahulu. Secara umum, pengertian literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Semua itu merujuk pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis. Dan itu tentu saja dipengaruhi oleh budaya membaca dan tingkat daya pikir yang kritis.

Dilihat dari berbagai dampak yang ditimbulkan, literasi mempunya tujuan, yaitu membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi, membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca, meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian secara kritis terhadap suatu karya tulis, membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik dalam diri seseorang, meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis, membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat.

Akan tetapi yang menjadi masalah adalah kondisi minat baca terutama di kalangan remaja sangatlah memprihatinkan. Pada nyatanya di sinilah letak arti pentingnya suatu literasi. Karena dengan kemampuan literasi, tentu dapat membawa perubahan terutama dalam pembentukan karakter dan moral ke arah yang lebih baik.

Padahal pada dasarnya indikator sukses tumbuhnya minat baca tidak selalu dilihat dari berapa banyak perpustakaan, buku, dan mobil perpustakaan keliling. Karena dengan membaca dapat meningkatkan daya pikir dan pola pikir yang lebih luas dan kreatif sehingga dapat dituangkan ide ide tersebut dalam bentuk tulisan.

Dalam dunia pendidikan, perannya seorang guru sangat berpengaruh dalam membiasakan anak untuk terlatih terbiasa membaca sehingga terbentuk sebuah karakter, dan setelah itu barulah menjadi sebuah budaya.

Guru tidak hanya berprofesi sebagai seorang pengajar tetapi dibalik semua itu banyak sekali motivasi yang harus ditekankan kepada murid dalam membenahi diri terutama dalam menciptakan karakter yang baik. Nah disini kami dapat melihat bagaimana perjuangan seorang guru dalam menggerakkan siswanya dalam meningkatkan karakternya melalui budaya membaca.

SMAN 1 Muara Batu merupakan salah satu sekolah unggulan yang menerapkan budaya membaca sebagai suatu kewajiban. Tidak hanya membaca lima belas menit sebelum memulai pelajaran, tetapi kami harus dapat mencoba menuangkan ide-ide kami dalam bentuk tulisan. Bagi pemula, menulis memang merupakan hal yang sulit untuk dikerjakan, melihat kondisi minat baca siswa yang sangat memprihatinkan. Dengan begitu dalam mencoba memulai menulis tentu kita memerlukan seorang mentor. Seseorang yang dapat membimbing ketika kita merasa seolah kita tidak mampu.

Nah disini, mentor yang selalu kami andalkan dan yang sangat berperan dalam membangkitkan jiwa menulis kami adalah Ibu Sitti Aminah S.pd, yang akrab disapa dengan ibu Siti.

Beliau lahir di Cot Puuk, 25 Mei 1970. Guru yang dikenal ramah dan memiliki hobi membaca ini pernah mengenyam pendidikan di MIN Gandapura, MTsN Gandapura, SMA Ungaran Semarang, D-3 Unsyiah, dan S-1 UT. Sekarang beliau adalah seorang guru Bahasa Indonesia di SMA N 1 Muara Batu, beliau sudah mengajar di SMA N 1Muara Batu lebih kurang sudah 16 tahun. Ibu Siti adalah seorang guru yang sangat aktif di sekolah, seorang guru yang perjuangannya patut diacungi jempol. Beliau bisa dijadikan The Best Motivator, dengan kata kata bijak beliau yang mampu membakar semangat kami dalam belajar dan dunia kepenulisan. Bagaimana tidak, kami tidak pernah berpikir bahwa kami dapat menghasikan karya. Namun dengan kegigihan beliau yang selalu memotivasi kami untuk menulis telah membuahkan hasil. Menggerakkan hati siswa untuk menulis itu bukanlah perkara mudah, tidak semua orang dapat menulis. Namun ibu Siti menanamkan sebuah kepercayaan kepada kami bahwa kami bisa dan kami mampu.

Beliau tidak hanya berbicara tentang motivasi untuk kami menulis, tidak hanya sekedar menjadikan membaca sebagai hobinya. Tetapi sudah terlebih dahulu beliau menghasilkan karyanya sendiri. Dapat kita lihat hasil karya beliau dalam bukunya, “ Guru Berikan Aku Cermin Utuh”. Sebuah buku yang berisi tentang refleksi karakter guru yang dapat dijadikan panutan dan teladan dalam segala aspek. Sehingga menghasilkan siswa-siswa yang tidak hanya cerdas tetapi memiliki karakter yang hebat di masa depan. Di sini, sudah membuktikan bahwa, beliau dapat mengartikan konsep literasi dalam artian yang sesungguhnya, yaitu tidak hanya sampai di batas membaca tetapi beliau sudah dapat menuangkan ide-idenya dalam sebuah karyanya, yang bisa memberikan begitu banyak motivasi bagi banyak orang. Kami selalu salut dengan ibu Siti yang tidak pantang mengenal lelah dalam menggerakakkan hati kami. Ibu Siti merupakan ketua Tim Litersi Sekolah dan juga salah satu guru yang aktif dalam organisasi IGI ( Ikatan Guru Indonesia). Beliau selalu membagikan pengalaman dan pengetahuannya kepada kami yang selalu kami ambil contoh manfaatnya.

Salah satu kata motivasi yang dapat membangkitkan kami dan yang membuat kami yakin ketika mengalami kendala dan rasa ingin menyerah saat ingin menulis adalah, “ Ayo Menulis karena dengan karya kita dikenal”.

Setiap masuk ke kelas beliau selalu menanyakan sudah sampai dimana perkembangan kami, yang membuat kami mau tidak mau tetap menulis. Dan kami selalu bertanya tanya dan tips ampuh yang selalu beliau berikan kepada kami untuk mengatasi rasa malas dalam menulis adalah “dipaksakan, dipaksakan, nanti kalian akan merasa ketagihan.”

Awali menulis dengan niat keikhlasan dan setelah itu lanjutkan dengan aksi, di mana disini merupakan tahapan untuk bertempur dengan pikiran berbentuk ide yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan. Dan disini beliau selalu menekankan bahwa jadikan menulis itu sebagai sebuah kewajiban dan kebutuhan yang harus kalian laksanakan. Satu kata-kata motivasi beliau yang selalu terngiang di benak kami sampai kapanpu yaitu, “ jika ingin masa depanmu mulus seperti jalan tol, maka menulislah”, artinya apa? Setiap ilmu harus diikiat dengan menulis, kemanapun kita melangkah mencari ilmu, bergaul, dan bersosial dalam masyarakat, kita tentu perlu memiliki kemampuan literasi yang baik.

Dan sekarang sudah terbukti kata kata beliau yang selalu yakin bahwa kami bisa dan kami mampu. Dengan kerja keras beliau, sudah banyak kelas yang menghasilkan buku dalam program SAKESAKU ( Satu Kelas Satu Buku ). Dengan terbitnya buku-buku perdana di sekolah kami antara lain :

1.Siswa Menginspirasi ( Menuju Aceh Carong ),

2. Literasi Siswa ( Creative and Smart ),

3.Literasi Generasi Nanggroe ( Kenangan dan Impian ),

4. Derap Langkah Literasi ( Ketika Goresan Menjadi Sejarah ), dan

5. Cakrawala Literasi ( Tinta Emas ).

Buku-buku tersebut merupakan buku ber-ISBN sekaligus sebagai tonggak pertama lahirnya literasi produktif di SMA Negeri 1 Muara Batu, dan tentunya kami sangat bangga dan semakin menggerakan jari jemari kami untuk menorehkan ide-ide menulis kami sehingga semakin hari kami dapat menghasilkan karya-karya yang berkualitas serta menginspirasi banyak orang.

Alhamdulillah kelas kami sudah menghasilkam dua karya. Buku kedua kami dibagi menjadi dua jilid yaitu, “ Muara Cinta Nanggroe” dan “ Pawoen Ringget di Ujung Sumatera”. Alhamdulillah, tentu itu merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.

Kami bukanlah siswa hebat, bukanlah seorang penyair yang mampu menyihir begitu banyak orang lewat makna tulisan kami, bukan pula kami pujangga yang mampu bersenandung lewat kata, bukan juga seorang penulis sajak yang mampu menghipnotis dengan puitisnya kata. Namun kami tetap kami, hanya penulis pemula yang mencoba menuangkan apa yang kami pikirkan ke dalam ribuan goresan makna.

Kami sangat bersyukur karena sudah dapat menghasilkan karya, karena kami yakin dan percaya pada diri kami. Semoga dengan hasil karya kami ini dapat memotivasi dan sebagai penyemangat bagi banyak orang untuk memulai menulis. Jangan takut untuk memulai, percayalah dan yakinlah karena kalian mampu.

Tulisan ini merupakan sebuah bentuk penghargaan kepada best motivator kami, Ibu Sitti Aminah S.pd. Terimakasih dan salam takqzem karena ibu telah banyak membantu dan memahami serta selalu mendukung kami. Semoga kedepannya kami menjadi orang yang seperti ibu harapkan.,aaminnn

Melalui karya yang lebih bermanfaat semoga dapat membawa perubahan bagi diri kami dan untuk banyak orang.

Sitti Aminah, S.Pd, guru dan juga sang motivator pegerakan literasi di SMAN1 MUARA BATU,

*********

InsyaAllah..Aceh Caroeng beutrok

sampoe marwah tapuwoe Aceh Mulia.,

Adat tapeukoeng budaya bangsa,

Budaya baca beutateem hiro.

Perintah Allah awai phon sampoe.,

Nibak Rasull droe Muhammad Nabi

 

 

About Admin

Check Also

Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

3.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual – Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran Oleh : Vonna Rohaza, S. Pd. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *