
Aceh Tamiang | Jurnalpase.com, 16 November 2025 – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Aceh Tamiang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kemajuan pendidikan melalui kolaborasi yang solid dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang. Berbagai agenda bersama yang digagas tahun ini menjadi bentuk nyata penyelarasan kebijakan, pemetaan tantangan, dan percepatan implementasi program strategis pendidikan, termasuk Program Prioritas Kemendikdasmen serta penguatan ekosistem belajar di satuan pendidikan.
Sebagai wadah para pemimpin sekolah, MKKS SMP memainkan peran krusial sebagai mitra strategis dinas dalam menyampaikan aspirasi, berbagi praktik baik, serta memberikan masukan berbasis kebutuhan riil sekolah.
Sinergi ini menyentuh berbagai bidang, mulai dari penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah, perumusan standar mutu, pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka, hingga kerja kolektif untuk meningkatkan capaian hasil belajar siswa dan budaya kolaborasi antar-satuan pendidikan.
Sinergi yang kokoh ini mendapatkan dukungan penuh dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto.
“Kualitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang tidak akan tercapai secara optimal tanpa adanya dukungan dan kolaborasi dari semua pihak, terutama para pemimpin sekolah yang tergabung dalam MKKS SMP,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi menjadi energi baru bagi para pendidik.
“MKKS adalah mata dan telinga kami di lapangan. Melalui sinergi ini, kami memastikan setiap kebijakan benar-benar relevan dan memberikan dampak positif langsung di ruang kelas. Ini langkah konkret pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pendidikan menuju Indonesia Emas,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, pelopor Komunitas Belajar Kelompok Kerja Kepala Satuan Pendidikan jenjang SMP sekaligus Kapten Belajar.id Provinsi Aceh, Eva Deliana Bangun, turut memberikan pandangan dan semangat baru bagi para kepala sekolah.
Eva menegaskan bahwa penguatan komunitas belajar adalah fondasi penting bagi peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah.
“Alhamdulillah, selama dua tahun terakhir kita melihat percepatan luar biasa. Kepala sekolah SMP di Aceh Tamiang semakin aktif berkolaborasi, berbagi praktik baik, dan berani melakukan perubahan di sekolah masing-masing. Ini capaian besar yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menambahkan harapannya agar sinergi MKKS dan Disdikbud dapat menjadi model kolaborasi pendidikan di Aceh.
“Kami berharap gerakan komunitas belajar ini tidak hanya berhenti pada pertemuan, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja. Dengan kepemimpinan yang kuat dan kolaboratif, saya yakin sekolah-sekolah kita bisa melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing. Mari terus bergerak bersama, karena pendidikan hanya bisa maju jika kita saling menguatkan,” tutur Eva penuh optimisme.
Dengan semakin kokohnya sinergi ini, MKKS SMP dan Disdikbud Aceh Tamiang diharapkan mampu menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, inspiratif, dan berorientasi pada mutu. Pada akhirnya, kolaborasi ini diyakini akan melahirkan lulusan SMP yang unggul, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.[]
Jurnal Pase Media Online Pase