JEJAK GERILYA JENDERAL SUDIRMAN PERTARUHAN NYAWA DEMI KEMERDEKAAN

Oleh Hamdani Mulya
“Bagi seluruh anak bangsa; sebab kita adalah pahlawan, setidaknya bagi diri sendiri.” (Ayi Jufridar)
Membaca novel 693 KM Jejak Gerilya Sudirman membawa jiwa kita hanyut dalam pertempuran merebut kemerdekaan. Novel karya besutan Ayi Jufridar sastrawan nasional asal Aceh ini, mengisahkan pergulatan hidup Jenderal Sudirman bersama pasukannya di rimba belantara demi mempertahankan tanah air.
“Di atas sebuah tandu kayu, Sudirman merasakan semangat menyala sekaligus kekecewaan yang mendalam. Ia bisa memilih diam di Istana, menunggu musuh datang untuk menangkapnya seperti yang dilakukan pemimpin lain, tapi ia lebih memilih untuk berjuang dengan cara gerilya,” itulah cuplikan sekilas novel goresan apik Ayi Jufridar terbitan Noura Books, tahun 2015.
Ayi telah memperkaya literatur novel sejarah di tanah air. Sebagai sebuah novel berlatar sejarah Ayi menuturkannya dengan lincah, penuh inspirasi dan hal-hal mengejutkan.
Dalam novel ini dikisahkan pula, kesehatan Jenderal Sudirman yang memburuk tidak memupuskan semangatnya melakukan perlawanan dan memperjuangkan tanah air. Ia menembus hutan dengan siasat yang tak pernah disangka musuh, mengorbankan harta yang dimilikinya, merelakan hatinya menjauh dari orang-orang yang dicintainya. 693 kilo meter dijejakinya, dibayangi ancaman kematian.
Semuanya demi merebut kemerdekaan.
Sebuah novel yang membangkit spirit juang generasi muda mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dengan susah payah oleh para pahlawan. Semoga.
Lhokseumawe, 12 Februari 2019
Tentang Penulis
Hamdani Mulya adalah seorang guru di Kota Lhokseumawe, Pegiat Literasi, dan Penulis Esai.
Jurnal Pase Media Online Pase