Home / Opini / SHALAT SUNAT RAWATIB SESUDAH MAGHRIB

SHALAT SUNAT RAWATIB SESUDAH MAGHRIB

foto: rahmatsyah, S.Pd, sumber; tuansastra.blogspot.com

Oleh: Rahmatsyah*

Shalat sunat adalah shalat yang dilaksanakan di luar salat fardhu. Shalat sunat juga disebut shalat nawaafli atau shalat naafilah. Semasa hidup Rasulullah saw. beliau tidak pernah meninggalkan ibadah tersebut. Shalat sunnah juga dilakukan dilakukan untuk melengkapi shalat fardhu dan dapat menutupi cacat dalam shalat fardhu. Dalam artikel ini kita akan membahas salah satu shalat sunat, yaitu shalat sunat Rawatib sesudah maghrib.

Shalat Rawatib adalah shalat sunat yang mengiringi shalat fardhu dilakukan bisa dengan dua raka’at atau empat raka’at. Pelaksanaan Sholat rawatib dilakukan pada sebelum atau sesudah shalat fardhu atau shalat lima waktu, yaitu Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya’, dan Subuh. Untuk shalat sunat yang dilaksanakan sebelum shalat disebut “sholat Qabliyah”, sedangkan shalat yang dilakukan sesudah shalat fardhu tersebut disebutnya sholat ba’diyah.

Shalat Sunat Setelah Shalat Maghrib dapat masuk ke kategori Shalat Rawatib Ba’diyah. Jumlah raka’at shalat sunat rawatib ba’diyah ini sebanyak dua raka’at dengan satu salam. Shalat sunat rawatib tergolong dalam sunat Muaakad dalam artian sunat yang mempunyai keistimewaan yang sangat besar karena jika dilaksanakan makan akan mendapat pahala yang besar.

Sholat Sunat Rawatib Muakkad terdiri dari :

  1. Dua rakaat sebelum sholat Subuh.
  2. Dua rakaat sebelum sholat Zuhur.
  3. Dua rakaat sesudah Shola Zuhur.
  4. Dua rakaat sesudah sholat Magrib.
  5. Dua rakaat sesudah sholat Isya

Mengenai shalat sunat rawatib yang muakkad, Rasulullah pernah bersabda tentang orang yang melaksanakan sunat Muakkad. Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ

Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.”

Dalam hadist tersebut menjelaskan bagaimana faedah dari shalat sunat rawatib, yaitu bagaimana manusia yang selalu dalam melaksanakan sunat secara berkala dan ikhlas semata-mata karena Allah swt. Dalam hadist lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah amal yang paling kontinyu dikerjakan meskipun sedikit.”

Cara melaksanakan Sholat Rawatib baik sebelum maupun sesudahnya (qobliyah dan ba’diyah dikerjakan dua rakaat sama dengan sholat fardu baik gerakannya maupun bacaannya, tetapi yang berbeda hanyalah niatnya.

Niat Sholat sunat rawatib ba’diyah Magrib (sesudah sholat Magrib)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً للهِ تَعَالَى

artinya: “Saya niat sholat sunat sesudah Magrib dua rakaat karena Allah

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan shalat sunat rawatib sesudah magrib:

  1. Dilakukan setelah shalat fardhu magrib
  2. Dilaksanakan secara munfarid (sendirian).
  3. Bacaannya tidak dinyaringkan.
  4. Jika lebih dari dua rakaat, maka setiap dua rakaan satu dalam.
  5. Sebaiknya tempat mengerjakan sholat rawatib pindah sedikit dari tempat mengerjakan sholat fardhu.
  6. Diutamakan pada rakaat pertama membaca Surat Al Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca Surat Al Ikhlas.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang Shalat Sunat Rawatib Sesudah Maghrib semoga beremanfaat bagi kita semua terlebih dalam melaksankan ibadah kepada Allah SWT agar segala amalan ibadah kita tidak sia-sia belaka.

*Rahmatsyah, S.Pd, Guru SMAN Mosa Arun, Guru SMAN 1 Matangkuli, Pengajar di Dayah Babussalam Matangkuli.

About Redaksi

Check Also

Di Bawah Langit yang Sama, Kenangan Permainan Masa Kecil Bisa Menyatukan Indonesia, Kenapa !

  Di Bawah Langit yang Sama, Kenangan Permainan Masa Kecil Bisa Menyatukan Indonesia, Kenapa ! …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *