
Jurnalpase.com|Bireuen – Direktorat pembinaan Tenaga kependidikan melakukan diseminasi program kimitraan di SMP Negeri 1 Bireuen. Acara ini diikuti kepala sekolah inti dari luar Aceh dan kepala sekolah mitra yg ada di Kabupaten Bireuen serta kepala Sekolah lmbas dari masing-masing Kepala Sekolah Mitra. Tujuan diseminasi ini untuk memberikan informasi kepada Kepala Sekolah mitra cara melaksanakan program Sekolah sesuai dengan tuntutan zaman abad ke 21 ini. Agenda kegiatan ini meliputi penyusunan RKAS, RKS, Supervisi Akademik dan program kewirausahaan. Semua ini sesuai dengan program sekolah inti dari luar daerah seperti SMAN 5 Surabaya.
Kepala Seksi Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan (Tendik) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Yudi Herman, mengatakan sekolah-sekolah yang mengikuti OJL-2 sebelumnya telah belajar OJL-1 di Surabaya, ruang lingkup OJL untuk kepala sekolah ini meliputi tiga hal. Mulai supervisi, manajerial, dan kewirausahaan.
“Selama di Surabaya, kepala sekolah mitra melakukan proses manajerial kepala sekolah, kemudian melakukan supervisi dengan masuk ke kelas dan dipandu kepala sekolah inti, serta kewirausahaan. Sekarang mereka dibimbing untuk OJL-2 pada sekolah imbas dan mitra” kata Yudi di SMPN 1 Bireuen, Senin (16/9/2019).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 86 orang peserta terdiri dari kepala sekolah, pengawas SMA dan SMP di Kabupaten Bireuen. Fasilitator kegiatan tersebut, Drs Cepi Saefullah M.Pd kepada wartawan disela-sela kegiatan tersebut menyebutkan, kegiatan ini dihadiri narasumber kepala sekolah inti dari SMPN 21 Surabaya, Dr Chamin Rasyidin Irsyad.
“Kegiatan ini diikuti kepala sekolah mitra dan imbas serta pengawas. Tujuan kegiatan meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah dibekali ilmu dari segi manajemen, supervisi akademik dan juga kewirausahaan,” sebutnya.
Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan tersebut, kepala sekolah dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dan mengaplikasikannya dalam sistem pengelolaan serta manajerial.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bireuen, Hamdani, M.Pd menyebutkan, di Bireuen ada 4 sekolah mitra, yaitu SMAN 1 Bireuen, SMAN 3 Bireuen, SMAN 2 Peusangan dan SMAN 1 Samalanga.
Sebelumnya, dia selama 10 hari mengikuti kegiatan di sekolah inti di SMAN 5 Surabaya. Banyak hal yang dipelajari di sekolah tersebut yang sudah sangat bagus dan bisa dicontoh untuk diterapkan di SMAN 1 Bireuen dan sekolah lainnya.
“Di sana, semua SKPK bersinergi membantu sekolah tersebut, tak hanya Dinas Pendidikan saja, namun melibatkan banyak dinas lainnya, seperti Dinas Sosial serta Perhubungan,” ungkap Hamdani.
Tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan nantinya sekolah mitra akan mengaplikasikan berbagai program dan kegiatan untuk sejumlah sekolah lainnya yang disebut sekolah imbas.[qu]
Jurnal Pase Media Online Pase