
Oleh: Niea Zahara Phonna*
Prof. DR(HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bachruddin Jusuf Habibie atau biasanya dipanggil dengan B.J. Habibie, beliau adalah seorang presiden Republik Indonesia yang ke 3, sebelumnya beliau menjabat sebagai Wakil Presiden ke 7 menggantikan Try Sutrisno. B.J. Habibie menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan Presiden pada tanggal 21 mei 1998.
Latar belakang B.J.Habibie
Beliau lahir di Parepare, pada tanggal 25 Juni 1936. Habibie merupakan anak ke 4 dari 8 bersaudara. Orangtuanya bernama Alwi Abdul Jalil Habibie (Ayah) dan Raden Ajeng Tuti Mariani Puspowordjojo (Ibu).
B.J. Habibie kecil sangat gemar membaca dan olahraga menunggang kuda, karena kebiasaannya itu ia dikenal sangat cerdas ketika masih berada di Sekolah Dasar. Beliau harus kehilangan seorang ayah disaat usianya 14 tahun. Ayahnya terkena serangan jantung saat shalat Isya bersamanya pada tanggal 3 September 1950. Setelah sang ayah meninggal, ibunya menjual rumah dan kendaraan lalu pindah ke Bandung bersama Habibie dan saudaranya. Di Bandung Habibie melanjutkan pendidikan di Gouverments Middlebare School, di sekolah ini prestasinya mulai terlihat dan menjadi sosok favorit dikalangan siswa lainnya.
Masa kuliah di ITB dan Jerman
Habibie remaja begitu gigih dan cerdas, bermodal inilah setelah lulus dari SMA tahun 1954 B.J. Habibie melanjutkan pendidikannya di ITB (Institute Teknologi Bandung). Pada masa itu namanya masih Universitas Indonesia Bandung.
Beliau belajar Teknik Mesin di Fakultas Teknik disana. Namun hanya beberapa bulan saja beliau menempuh pendidikan di ITB, karena pada tahun yang sama beliau mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan pendidikan di Jerman.
Pada tahun 1955 sampai 1965 Habibie menempuh pendidikan di Jerman dengan mengambil spesialisasi konstruksi pesawat terbang (Teknik penerbangan) di Rhein Westfalen Aachen Technisce Hochschule (RWTH).
Semasa kuliah di Jerman dijalaninya dengan penuh perjuangan, karena pendidikan disana bukan hanya sebentar saja. Bagi Habibie musim liburan bukanlah untuk berlibur, melainkan diisi dengan ujian dan mencari uang untuk mencari buku untuk menunjang materi pendidikannya.
Dalam biografi BJ Habibie diketahui bahwa berkat kerja kerasnya, beliau mendapatkan gelar Ing dari Technische Hochschule Jerman pada tahun 1960. Gelar itu dia dapatkan dengan predikat Cumlaude (sempurna) dengan perolehan nilai rata rata 9,5. Setelah mendapatkan gelar Insinyur beliau bekerja di suatu industri kereta Firma Talbot di Jerman.
Saat bekerja di perusahaan tersebut beliau dapat menyelesaikan masalah perusahaan Firma Talbot yang sedang membutuhkan sebuah wagon untuk mengangkat barang barang ringan bervolume besar. Habibie memecahkan permasalahan tersebut dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip kontruksi sayap pesawat terbang.
Setelah itu BJ Habibie melanjutkan kembali pendidikannya untuk gelar doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen. Beliau mendapatkan gelar doktornya pada tahun 1965 dan mendapat predikat Summa Cumlaude dengan nilai rata rata 10.
BJ Habibie menikahi seorang wanita bernama Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962. Setelah beliau menikah, Istrinya diboyong untuk tinggal di Jerman. Hidup bersama di Jerman, membuat perjuangan Habibie terasa semakin berat. Buah cinta dari pernikahannya ini, Habibie dikaruniai dua orang anak yang bernama Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Poin menarik dari kisah inspirsatif Habibie adalah ditemukannya rumus untuk menghitung kretakan atau crack propagation on random sampai ke atom oleh Habibie.
Pulangnya Habibie ke Indonesia
Setelah menempuh pendidikan selama 10 tahun di Jerman, Habibie pulang ke Indonesia memenuhi panggilan dari presiden Indonesia. Pada saat itu dijabat oleh Soeharto. Di Indonesia Habibie ditunjuk sebagai Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT selama 20 tahun. Tak hanya itu, beliau juga memimpin perusahaan BUMN industri strategis selama 10 tahun.
Pada tahun 1995 beliau berhasil memimpin pembuatan pesawat yang diberi nama N250 Gatot Kaca. Pesawat tersebut ialah pesawat pertama buatan Indonesia. Pesawat yang dirancang oleh Habibie selama 5 tahun itu merupakan pesawat satu satunya di dunia yang menggunakan teknologi Fly By Wire. Dengan teknologi tersebut, pesawat itu mampu terbang tanpa guncangan berlebihan. Bisa dibilang teknologi tersebut merupakan teknologi tercanggih untuk masa depan.
Pada saat pesawat N250 Gatot Kaca mencapai masa kejayaannya dan selangkah lagi mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration. Presiden Soeharto menghentikan industri PT. IPTN karena alasan krisis moneter.
Setelah ditutupnya PT. IPTN BJ Habibie yang pada masa itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi diangkat menjadi Wakil Presiden untuk mendampingi Soeharto pada tanggal 14 Maret 1998.
Beberapa bulan menjabat sebagai Wakil Presiden, gejolak politik di Indonesia memanas. Presiden Soeharto yang telah menjabat puluhan tahun diminta lengser oleh rakyat Indonesia. Setelah mencapai puncaknya, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998.
Lengsernya Soeharto dari jabatannya, maka secara konstitusi digantikan oleh Wakil Presiden saat itu dijabat oleh BJ Habibie. Namun tak lama menjabat, BJ Habibie pun dipaksa lengser setelah adanya Sidang Umum MPR tahun 1999. Hal itu dikarenakan lepasnya wilayah Timor Timur dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Meskipun hanya 1,5 tahun beliau menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Habibie tetap berusaha untuk mengembalikan kondisi Negara. Beberapa keputusan yang diambilnya adalah lahirnya UU tentang otonomi daerah. Kemudian beliau memberi kebebasan rakyat untuk beraspirasi sehingga Indonesia dapat membuat berbagai partai politik yang baru.
Selain itu mata uang Indonesia dapat ditekan dari 15 ribu rupiah per dolar menjadi dibawah 10 ribu saja. Beliau juga mampu melikuidasi bank yang bermasalah pada masa itu. Setelah lengser dari jabatannya, BJ Habibie kembali menjadi rakyat biasa dan kembali bermukim di Jerman.
BJ Habibie wafat pada tanggal 11 September 2019. Rumah sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kisah Prof. BJ Habibie adalah perjuangannya mulai dari kecil gemar membaca sehingga membuatnya cerdas dan mendapat beasiswa serta cumlaude. contoh dan ikutilah perjuangan BJ Habibie mulai dari gemar membaca sehingga membuatnya menjadi Presiden Republik Indonesia dan termasuk dalam tokoh penting bangsa ini. Beliau juga merupakan motivator terbaik abad ini.
*Nie Zahara Phonna, Siswa SMAN 3 Kota Banda Aceh
Jurnal Pase Media Online Pase