Ahad/Minggu , 13 Juni 2021
Home / Inspirasi / Penerapan Karakter Beriman, Peduli dan Berkemauan (BERLIAN) sebagai Proses Awal Menuju Merdeka Belajar di SMP Negeri 2 Dewantara.

Penerapan Karakter Beriman, Peduli dan Berkemauan (BERLIAN) sebagai Proses Awal Menuju Merdeka Belajar di SMP Negeri 2 Dewantara.

Oleh

Vonna Rohaza, S. Pd.

Guru SMP Negeri 2 Dewantara

CGP Angkatan 2 Aceh Utara

SMP Negeri 2 Dewantara adalah sekolah  dengan kategori sedang yang berada di kecamatan Dewantara. Meski berada di pinggir jalan negara namun fasilitas yang dimiliki belum memadai. Selain itu minat dan kemampuan siswa dalam belajar belum sepenuhnya mencerminkan siswa merdeka belajar. Namun ada beberapa hal positif yang dimiliki sekolah kami yaitu mempunyai lahan yang relatif luas dan rindang. Di samping itu rekan-rekan guru mempunyai sikap yang sangat proaktif terhadap kebersihan sekolah. Di sini guru mau turut serta membersihkan pekarangan sekolah untuk memberikan keteladanan bagi para siswa.

CGP sedang mensosialisasikan tentang program aksi nyata kepada rekan sejawat

 Pada AKSI NYATA 1.2 ini, saya tidak melakukan proses pembelajaran karena kelas yang saya ampu yaitu kelas 9 telah selesai ujian akhir sekolah sehingga mereka tidak lagi mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengingat kegiatan belajar dan karakter siswa tidak terpantau secara maksimal selama masa adaptasi kebiasaan baru ini, maka pada aksi nyata kali ini saya hanya ingin menata dan memberdayakan fasilitas yang ada dengan mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan yang pernah ada sebelumnya. Adapun siswa ynag terlibat di dalamnya adalah siswa kelas VII dan VIII.  

 

Perubahan yang ingin saya wujudkan adalah pada 3 karakter yaitu “Beriman, Peduli dan Berkemauan”.   Pada tahap ini, karakter Beriman yang ingin saya kembangkan adalah melalui membaca Al-Quran sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Karakter Peduli yang ingin saya capai adalah kepedulian terhadap lingkungan belajar, baik kelas, pekarangan maupun fasilitas lainnya. Dalam hal ini, saya akan menata dengan memberdayakan fasilitas yang ada agar terciptanya suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.  Dan karakter Berkemauan ingin saya wujudkan melalui kemauan untuk membaca di perpustakaan.

proses pebbelajaran di ruang kelas, setelah siswa membaca Alqur’an dan ber do’a

DESKRIPSI AKSI NYATA.

Dalam melakukan setiap perubahan pastinya tidak bisa terlaksana dengan sendirinya. Butuh  usaha, kerja keras serta dorongan dan partisipasi seluruh warga sekolah, terutama kepala sekolah sebagai pendorong/pendukung utama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah. Kepala sekolah juga berperan dalam menyediakan fasilitas untuk terciptanya suasana belajar yang memerdekakan siswa. Melalui pendekatan dan diskusi dengan guru, staf, petugas keamanan/kebersihan dan juga murid, maka aksi yang terangkum pada AKSI NYATA 2 ini sebagai berikut :

  1. Bekerja sama dengan piket kelas/piket umum (siswa) dan guru piket untuk menjaga  kebersihan dan menata pekarangan sekolah
  2. Bekerjasama dengan rekan guru lainnya melaksanakan salam pagi.
  3.  Bekerjasama dengan guru jam pertama untuk memandu siswa membaca Al-Quran sebelum  kegiatan pembelajaran dimulai
  4. Bekerjasama dengan wali kelas atau guru piket memeriksa kesiapan kelas untuk mentaati protokol kesehatan seperti : menyediakan air cuci tangan, memakai masker, dan memastikan posisi duduk siswa berjarak 1 meter.
  5.   Bekerjasama dengan  staf perpustakaan mengaktifkan kegiatan Literasi siswa di perpustakaan.
Kegiatan Literasi siswa di Perpustakaan

HASIL DARI AKSI NYATA YANG DILAKUKAN :

  • Mendapatkan dukungan dari Kepala sekolah, guru, staff dan murid terhadap perubahan  sederhana yang ingin saya lakukan.
  • Guru dan murid bekerja sama menata lingkungan belajar, seperti menyapu halaman dan menata pot bunga dan menyiram tanaman
  •  Siswa mulai aktif  berkunjung dan  membaca di Perpustakaan Sekolah.
  • Siswa aktif melaksanakan kegiatan salam setiap pagi dan membaca Al-Quran sebelum kegiatan pembelajaran

PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT 

a.    Keberhasilan

1.   Halaman sekolah mulai terlihat bersih dan rapi. Fasilitas sekolah seperti Pustaka mulai   berfungsi kembali dengan adanya kegiatan siswa

2.      Karakter Beriman dan berakhlak mulia mulai berjalan

3.   Protokol kesehatan tetap terjaga

4.    Siswa mulai beraktivitas kembali di Perpustakaan

       b.  Kesenjangan

            Meskipun beberapa hal yang saya sebutkan tadi sudah dlaksanakan, namun belum semua siswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Misalnya dalam kegiatan membersihkan pekarangan sekolah yang menjadi tanggung jawab piket kelas dan piket umum, sebagian siswa yang bertugas sebagai piket terlambat hadir. Kunjungan perpustakaan juga belum maksimal disebabkan waktu istirahat sangat terbatas, ditambah lagi jam belajar tatap muka masih belum normal. Dalam hal menjaga protokol kesehatan juga masih ada siswa yang lupa memakai masker, sehingga setiap hari sekolah perlu menyediakan masker cadangan.

 

RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG.

a.    Mengidentifikasi masalah pada aksi 1

         Apa saja kesalahan pada tahap Perencanaan dan Pelaksanaan Aksi Nyata Tahap 1?

         Langkah-Langkah apa saja yang harus saya lakukan ke depan untuk mewujudkan perubahan tersebut ? 

b.    Merencanakan perbaikan

Merumuskan perbaikan yang akan di laksanakan.

a.       Meluangkan waktu yang lebih banyak di luar jam belajar untuk  mewujudkan perubahan yang diinginkan.

b.       Memberdayakan fasilitas yang ada, sekalipun sederhana tapi masih bisa dimanfaatkan.

c.       Memberikan Instruksi dalam melaksanakan tugas yang jelas dan mudah dipahami.

d.       Mengajak guru mapel untuk membentuk kelompok belajar dan memberi tugas untuk berkunjung ke perpustakaan pada jam belajar

mewujudkan Nilai-Nilai karakter, disiplin. Guru dan siswa bersalaman di pintu gerbang

Namun, saya optimis, dengan dukungan dari semua rekan guru dan seluruh stakeholder di sekolah pasti akan terwujud sekolah yang indah, nyaman, dan menyenangkan. Saya akan terus berusaha untuk memperbaiki diri, menggali potensi, dan mengimplementasikan pengetahuan yang saya dapat pada Diklat CGP pada peningkatan kualitas belajar di SMP pengetahuan yang saya peroleh dalam diklat CGP 2 ini agar ke depan saya dapat melakukan aksi nyata dalam kegiatan lainnya di sekolah. Sebuah Perubahan tidak harus yang muluk-muluk, tapi bisa dimulai dari hal yang kecil dan sederhana (demikian menurut fasilitator, Yunidar).

Sumber Ilustrasi : Guru dan siswa-siswi SMPN2  Dewantara Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh

 

 

 

 

 

 

 

About Admin

Check Also

Lakukan Rapat Koordinasi Persiapan Pembatik,  UPTD Balai Tekkomdik Disdik Aceh Undang Duta Rumah Belajar

Jurnalpase.com| Banda Aceh – Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Tekhnologi Komunikasi Pendidikan (UPTD Tekkomdik) Dinas Pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *