Ahad/Minggu , 26 September 2021
Home / Inspirasi / KERESAHAN GURU TERHADAP KELULUSAN MURID

KERESAHAN GURU TERHADAP KELULUSAN MURID

Sumarniwati,S.Pd.,M.Pd Kepsek SDN6 Dewantara

Berawal di akhir Maret 2020 covid 19 melanda Dunia. Saat persiapan try out murid kelas 6 akan dilaksanakan, sehari sebelum pelaksanaan di mulai tepatnya tanggal 16 Maret himbauan atau seruan baik dari pemerintah pusat maupun daerah beredar di seluruh Indonesia melalui ketetapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan bahwa untuk mencegah covid 19 semua jajaran instansi pendidikan dan pemerintahan di liburkan (lockdown). Semua bekerja dirumah secara daring.

Wabah penyakit yang sedang melanda dunia ini merupakan virus yang dapat menyerang organ paru-paru. Penyakit ini membuat keresahan dan kegelisahan seluruh masyarakat Indonesia, keresahan itu terjadi karena Covid 19 ini dapat menyerang siapa saja baik para manula, laki-laki atau perempuan dan anak anak. Semua masyarakat dihimbau untuk tidak keluar rumah karena dikhawatirkan dapat terserang virus tersebut serta menularkannya pada orang-orang yang disayang. Virus Covid 19 dapat menyerang secara bersamaan. Pemberlakuan Lockdown ini membuat semua aktivitas terhenti baik di pusat perkantoran, rumah, dan sekolah.

Semua sekolah dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Tingkat Pertama (SMP), dan Sekolah Tingkat Atas (SMA) maupun Perguruan Tinggi semua diliburkan.

Selama libur semua sekolah diberlakukan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh yang mewajibkan setiap orang harus memiliki kemampuan dasar IT serta setidaknya mempunyai Smartphone. Pembelajaran jarak jauh ini menjadi kendala pada murid yang tidak memiliki laptop dan Smartphone.
Banyak aktivitas murid terhenti, termasuk Proses Belajar Mengajar di sekolah yang biasanya diadakan langsung secara tatap muka.

Banyak kendala dan resiko yang didapat di lapangan, mulai dari kurangnya sinyal, tidak tersedianya laptop serta Smartphone menyebabkan banyak murid tidak dapat belajar dengan baik. Belum lagi pada murid yang keluarganya lemah di bidang ekonomi, para peserta didik di Sekolah Dasar tempat saya bertugas kebanyakan dari keluarga yang ekonominya lemah dan tinggal di pesisir pantai. Orang tua mereka rata-rata berprofesi sebagai nelayan.

Semua guru menjadi resah karena banyaknya murid yang tidak belajar, walaupun masa pandemik ini semakin parah, namun banyak murid yang bermain di luar rumah bahkan mereka tidak belajar sama sekali.

Kepala sekolah dan guru semakin resah melihat keadaan murid semakin hari semakin malas belajar terutama untuk murid kelas 6 yang akan melaksanaakan Try out. Apalagi masih banyak orang tua murid tidak memiliki Smartphone menjadi kendala paling besar saat pembelajaran daring di berlakukan. Hal ini membuat Guru-guru semakin ekstra berkerja mengumpulkan alamat murid, mengunjungi rumah murid, serta membawa lembaran kerja untuk para murid. Saat belajar dirumah, kebanyakan soal dikerjakan oleh wali murid bukan murid sendiri yang mengerjakannya.

Berdasarkan laporan dari guru kepada kepala sekolah atas keadaan siswa di lapangan, kepala sekolah mengadakan rapat guru melalui daring. Pembahasan yang disampaikan bagaimana cara supaya siswa belajar dengan baik. Hasil dari rapat bahwa semua wali kelas dan guru bidang studi harus memiliki No. handphone orang tua sebagai sarana komunikasi. Antara orang tua siswa dan guru harus terjalin komunikasi yang baik untuk menyelesaikan permasalahan atau kendala murid saat mengerjakan tugas yang diberikan. Kegiatan itu berlangsung sampai proses pembelajaran tatap muka di berlakukan kembali.

Untuk kelancaran proses pembelajaran pihak sekolah juga menyediakan masker untuk siswa dan menyediakan semua kebutuhan sesuai protokoler kesehatan.

Tantangan, rintangan, keresahan, dan usaha para guru untuk meningkatkan mutu siswa selama pandemik tidaklah sia-sia dilakukan walaupun para guru menghadapi tantangan yang sangat berat. Semua usaha terjawab dan terobati dengan hasil seluruh murid kelas 6 dapat menyelesaikan ujian dengan baik, sehingga semua murid dapat melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. [AP]

Penulis ; Sumarniwati,S.Pd.,M.Pd

Calon Motivator Gerakan Literasi

About Admin

Check Also

Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

3.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual – Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran Oleh : Vonna Rohaza, S. Pd. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *