Home / Inspirasi / Indonesia Punya LIPI, IGI Punya Pena Pase

Indonesia Punya LIPI, IGI Punya Pena Pase

Final ISPO 2019, Tangsel. (dok. jurnalpase.com)

LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bergerak dalam bidang penelitian. Program kerja yang telah ditentukan untuk mengembangkan penelitian demi hajat orang banyak. Lalu, apa sih pentingnya sebuah penelitian bagi masyarakat. Mari kita pahami beberapa teori berikut.

Pertama, penelitian dilakukan karena keterbatasan pengetahuan manusia. Kesadaran atas keterbatasan pengetahuan, pemahaman, dan atau kemampuan manusia inilah perlu diatasi agar manusia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Kedua, penelitian dilakukan karena rasa keingintahuan manusia yang begitu besar.Dorongan ingin tahu disalurkan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman.

Ketiga, penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah dalam masyarakat. Dengan penelitian akan ditemukan berbagai solusi kreatif dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak.

Keempat, penelitian sebagai wujud pemenuhan pemenuhan pengembangan diri. Manusia merupakan makhluk yang tidak pernah merasa puas, sehingga selalu ingin berkembang.

Lalu, apa hubungannya dengan IGI. Disini penulis akan memberikan sebuah jawbannya. Jika Indonesia memiliki sebuah lembaga penelitian, maka IGI Kabupaten Aceh Utara juga memilikinya. Komunitas itu diberi nama Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Pena Pase. Forum itu merupakan salah satu dari beberapa komunitas yang dikembangkan oleh beberapa pentolan di IGI Aceh Utara. KIR Pena Pase dikembangkan oleh ketua IGI Kabupaten Aceh Utara itu sendiri, dengan tujuan untuk mengajak adik-adik yang duduk mulai dari jenjang dikdas sampai dikmen untuk mencintai penelitian.

Beberapa sekolah telah bergabung dalam komunitas tersebut, diantaranya SMAN 1 Matangkuli, SMAN 1 Tanah Luas, SMAN 1 Samudera, SMAN 1 Tanah Jambo Aye, SMAN 1 Lhoksukon, SMAN 3 Putra Bangsa, SMAS Raudhatul Fuqara dan SMAN 1 Paya Bakong. Terus ada beberapa Sekolah Dasar dan SMP.

Sejak berdirinya, KIR Pena Pase telah menorehkan prestasi yang begitu gemilang. Mulai dari tingkat Nasional sampai ke tingkat Internasional. Beberapa kegiatan yang diikuti antara lain Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI, Festival Inovasi Kewirausahaan Indonesia (FIKSI), dan Indonesian Science Project Olimpiad (ISPO).

Penelitian yang dilakukan oleh anak-anak tingkat SMA tersebut bisa diacungi jempol. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Rosa pada tahun 2017, kemudian dilanjutkan oleh Cut Mirna Rita pada tahun 2018. Riset mereka diberik nama “REGRAW” Recycle Gray Water Environment Friendly And Flexibility. Sebuah alat penjernih air ramah lingkunga dan fleksibel. Pada evet National Young Inventor Award (NYIA), menjadi finalis di Jakarta.

Pengujian Sampel REGRAF (dok. jurnalpase.com)

Lalu, ada juga sebuah apikasi yang diciptakan oleh anak-anak pinggiran Aceh Utara untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus. Diberi nama “Si Tungang” Aplikasi Tuna Rungu Aneuk Nanggroe. Sebuah aplikasi untuk mengajarkan alfabet bagi ABK Sekolah Dasar. Aplikasi ini telah mengantar mereka menuju Jakarta, Bandung dan Kazastan.

Banyak lagi penelitian-penelitian lainnya yang telah dilahirkan dari rahim KIR Pena Pasee, mulai dari penelitian Ilmu Alam, Sosial, sampai dengan teknologi.

IGI Aceh Utara akan terus mengepakkan sayapnya demi pendidikan di Aceh Utara khususnya dan Aceh Umumnya. Melalui pembinaan-pembinaan para inventor muda, diharapkan akan melahirkan seorang ilmuwan layaknya Habibi Aceh suatu saat nanti. Semoga!

Laporan : Eko Faisal

Sumber: Qusthalani (Koordinator KIR Pena Pase dan Ketua IGI Aceh Utara)

About Redaksi

Check Also

Penerapan Karakter Beriman, Peduli dan Berkemauan (BERLIAN) sebagai Proses Awal Menuju Merdeka Belajar di SMP Negeri 2 Dewantara.

Oleh Vonna Rohaza, S. Pd. Guru SMP Negeri 2 Dewantara CGP Angkatan 2 Aceh Utara …

One comment

  1. SMA Paya bakong gak bergabung lagi ya pak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *