Home / News / Terapkan Pendidikan Karakter, SMKN 1 Simpang Ulim Gelar Yasinan Rutin

Terapkan Pendidikan Karakter, SMKN 1 Simpang Ulim Gelar Yasinan Rutin

Kegiatan Zikir, Baca Surat Yasin dan Tausiah Rutin. SMKN 1 Simpang Ulim, Jumat (16/10/2020)

jurnalpase.com|Idi –Ratusan peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur beserta guru dan kepala sekolah membaca Yasin bersama di Aula sekolah, Jumat (16/10).

SMKN 1 Simpang Ulim mewajibkan seluruh peserta didiknya membaca yasin dan berdoa di sekolah setiap hari Jumat sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan ini merupakan program mingguan bertajuk “Jum’at Berzikir dan Berdoa”.

Kepala SMKN 1 Simpang Ulim, Razali menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian pendidikan karakter yang diterapkan sekolah tersebut kepada para peserta didiknya.

“Kegiatan baca yasin ini sudah lama, biasanya dilakukan di halaman sekolah,” ujarnya

Lebih lanjut Razali mengatakan tujuan kegiatan baca yasin bersama-sama ini untuk memperdalam lagi peserta didiknya membaca Al-Qur’an. Selain itu, juga ditujukan agar seluruh peserta didiknya terbiasa membaca Al-Qur’an di sekolah.

Efek positifnya kegiatan ini untuk membatasi anak-anak didiknya dari perilaku yang tidak baik.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini anak-anak didik kami bertambah kecerdasannya dalam menerima pelajaran di sekolah,” ungkapnya.

Selanjutnya, usai kegiatan membaca surat yasin bersama hari Jumat, peserta didik juga mendapat arahan dan motivasi dari kepala sekolah, guru, kadang-kadang juga di panggil tengku/ustaz.

Penceramah tunggal, Abi Syafi’i memberikan nasihat untuk peserta didik bagaimana mereka bersikap kepada kedua orangtua maupun sesama seperti apa. Sehingga perilaku baik, lanjutnya, bukan hanya di sekolah ditunjukan, tetapi di luar sekolah juga diterapkan.

“Tentunya sekolah sebagai wadah pendidikan anak, selain di rumah yang dilakukan orangtua, harus mampu memberikan pengarahan yang lebih baik,” paparnya.

Selanjutnya Abi Syafi’i mengatakan bahwa untuk sukses hidup harus dengan ilmu, dan yang lebih utama dari ilmu adalah adap.

“adap kedudukannya lebih utama dari ilmu. Berhasilnya belajar ada tiga pihak yang terlibat yaitu; yang bersangkutan, orang tua, dan pendidik/guru. Syarat-syarat menuntut ilmu itu ada enam hal yang harus diperhatikan. syarat menuntu itu ada enam perkara; 1. Cerdas, 2. Yakin, 3. Bersunggug-sungguh, 4. Biaya, 5. Bimbingan guru, 6. Panjang masa/waktu belajar,” pungkasnya.

Dalam untaian nasihatnya, Abi Syafi’i juga sempat menyelipkan pesan sponsor agar peserta didik dalam bertindak tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang kurang baik. “kalian jangan mudah terpengaruh untuk berbuat anarkis, ikut kegiatan yang kurang bermanfaat misalnya ikut-ikutan balapan liar, nongkrong lama-lama di caffee main game, atau ikut-ikutan berdemondrasi. Tugas kalian belajar dan belajar, nanti jika sudah pintar baru bisa kita melakukan protes karena sudah mengerti mana yang baik dan tidaknya” lanjut Abi di Pucok Alue.

Selain kegiatan yasinan, sekolah juga mengadakan ekstrakulikuler keagamaan seperti belajar membaca Al-Qur’an, salat dan mengadakan peringatan keagamaan lainnya.[]

About Redaksi

Check Also

Kadisdik Aceh: Guru PembaTIK Level 4, Bibit Guru Penggerak IT di Aceh

jurnalpase.com|Banda Aceh –Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri menyebutkan bibit guru penggerak dalam kompetensi Teknologi Informasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *