Home / Inspirasi / REFLEKTIF ASYIK DALAM PEMBELAJARAN

REFLEKTIF ASYIK DALAM PEMBELAJARAN

Oleh 

Nanda Indah Sari

PGP-1 – Aceh Utara

 

Aksi Nyata

  A. Latar Belakang

Salah satu keunikan manusia berakal budi, Manusia dapat memecahkan permasalahannya dengan menggunakan pikiran dan kata hatinya.Hewan dapat berpikir untuk kelangsungan hidupnya namun cara berpikirnya berbeda dengan manusia dan tidak menggunakan kata hati.Susunan otak dan pengaruh hormon hewan berbeda dengan nanusia sehingga cara berpikir hewan berbeda dengan manusia.

Setiap manusia memiliki cara berpikir berbeda , hal ini dapat terlihatdari perilaku dan   sikapnya. Berpikir adalah proses dari informasi yang diterima dari lingkungan secara mental, dimana ada penyesuaian ulangdari informasi tersebut.

Ciri individu yang sukses berpikir adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan, suskes berinteraksi dengan orang lain, mampu mengenali dirinya sendiridan orang lain, mampu memperbaiki kompetensi dirinya untuk lebih baik, mampu beradaptasi dan memilih tujuan hidup dalam berpikir dan berperilaku. Sebaliknya individu yang tidak mau berpikir adalah individu yang merasa idenya kurang baik sehingga ide tersebut takut tidak diterima oleh orang lain, takut gagal, kurang termotivasi, kurang tekun, sering menunda dan tergantung pada orang lain.

Setiap individu dalam menjalankan kehidupan di masyarakat akan menemui permasalahan yang tentu harus dipecahkan guna mempertahankan hidupnya. Dalam memecahkan permasalahansetiap individu berbeda tergantung dari cara berpikirnya. Individu akan tepat mengambil keputusan untuk bertindak guna memecahkan permasalahannya dengan menggunakan berpikir tingkat tinggi sebaliknya individu kurang tepat dalam memecahkan masalahnya jika hanya menggunakan berpikir tingkat rendah begitupun untuk anak didik saya di kelas.

B. Deskripsi Aksi Nyata

Berpikir reflektif suatu kegiatan berpikir yang dapat membuat siswa berusaha menghubungkan pengetahuan yang diperolehnya untuk penyelesaian masalah baru yang berkaitan dengan pengetahuan lamanya, misal sebelum pelajaran baru dimulai guru  melakukan pengulangan pelajaran kemarin guna mengasah berpikir anak tentang  pelajaran kemarin yang masih diingatnya juga lebih menekankan pada proses perenungan.Merefleksi bukan sekedar memhami atau tidak konsep pelajaran yang dibahas tapi meminta siswa untuk berpikir secara mental dari pengalaman pelajaran yang sudah dialami dengan menambah informasi pengetahuan yang baru.

Tidak hanya mengulang kembali tetapi proses refleksi yang saya terapkan juga saat di akhir pembelajaran aka nada 10 menit terakir untuk anak-anak merefleksikan pelajaran hari ini misal dengan beberapa pertanyaan

  1. Apakah pembelajaran hari ini menyenangkan ?
  2. Bagaimana proses pembelajaran hari ini apakah mudah diserap atau tidak ?
  3. Berikan pendapat tentang penampilan saya sebagai guru untuk hari ini

Dan ada banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang akan berbeda di setiap harinya setelah itu saya membagikan kertas post-it yang warna warni lalu anak didik menulis pendapat mereka yang sejujur-jujurnya didalam kertas post-it tersebut tanpa harus menulis nama mereka lalu mereka sendiri yang akan menempel kertas post-it tersebut ditempat yang sudah saya sediakan. Setelah jam pelajaran berakhir saya mengumpulkan kertas post-it tersebut dan satu-persatu saya baca, itu merupakan bahan perbaikan untuk saya kedepannya.

C. Hasil dari Aksi Nyata

Berpikir reflektif terjadi saat para siswa mencoba memahami penjelasan dari Orang lain, ketika mereka bertanya, dan ketika mereka mejelaskan atau menyelidik kebenaran ide mereka sendiri.Dengan strategi yang sudah saya buat Alhamdulillah Proses pembelajaran lebih menyenangkan dan menumbuhkan kepercayaan diri anak mengungkapkan pendapat karena terjadi kolaborasi antara guru dan anak didik, teman  sebaya atau narasumber untuk diskusi, memunculkan pengalaman siswa yang paling terkesan atau sebaliknya untuk dibahas.

Adapun kegiatan refleksi yang saya lakukan antara lain :

  • Memberi komentar dari hasil refleksi anak didik
  • Menunjukkan minat melalui lisan dan permainan
  • Membuat peta konsep ringkasan perencanaan dan pelaksanaan
  • Menuliskan perasaan / kendala / kemajuan secara pribadi kedalam jurnal
  • Mengajak siswa secara berkelompok membuat proyek IPA sesuai petunjuk yang ada di buku

D. Kendala (Kegagalan dan keberhasilan) proses reflektif

Dalam melakukan kegiatan berpikir reflektif, guru perlu mengembangkan pengetahuan dan kompetensi mengajar, perlu kesadaran tanpa keberatan saat ada kritikan dari siswa berupa refleksi dan guru juga harus mampu mngendalikan emosional agar proses kegiatan ini berjalan lancer, namun tetap ada kendala yaitu dalam membiasakan karena ini hal baru tetapi ini bukanlah kendala sulit karena nanti seiring waktu proses ini akan menjadi kebiasaan di dalam pembelajaran.

E. Dokumentasi Proses kegiatan Reflektif

 

  1. Membagikan kertas post-it kepada setiap siswa
Nanda Indah Sari, S.Pd Guru SDN5 Dewantara sedang membagikan kertas post-it kepada setiap peserta didik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Menulis Refleksi Pembelajaran hari ini

peserta Menulis Refleksi Pembelajaran hari ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Proses saat menempelkan kertas post-it hasil refleksi siswa

siswa menempelkan hasil pembelajaran reflektif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Mengumpulkan hasil refleksi siswa

hasil refleksi siswa

Hasil Kerja siswa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut dokumentasi dan testimony dari anak didik dan rekan sejawat terkait kegiatan yang dilakukan klik disini

Penulis : Nanda Indah Sari, S.Pd

Guru SDN 5 Dewantara

About Admin

Check Also

Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

3.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual – Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran Oleh : Vonna Rohaza, S. Pd. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *