Home / Opini / Referensi Instan Gadget

Referensi Instan Gadget

Oleh: Hendra Ervany, S.Pd.,M.Si

Jurnalpase.com –Dewasa ini transformasi referensi gadget cukup menjanjikan dan instan, namun hal ini sangatlah tak didukung oleh salah satu unit kerja di kepemerintahan seperti di sekolah. Rerata mereka sekolah-sekolah di perkotaan memperbolehkan penggunaan gadget saat proses belajar mengajar. Akan tetapi ada banyak juga sekolah-sekolah yang tak mengizinkan membawa smartphone.

Cukup ironis, menimbang dan mengkaji bahwa dunia sekarang begitu canggih, berselancar internet menjadi salah satu acuan referensi praktis, instan, dan bak kecepatan petir yang menyambar untuk pelbagai penunjang pembelajaran.

Apa salahnya para peserta didik bargadget menjadikan referensi cepat saji selain dari buku bacaan. Kita berbicara mengedepankan azas positif generasi milenial yang melek teknologi.

Namun tak dapat juga dipungkiri bahwa gadget memiliki kandungan sisi negatif, oleh karena itu perlu kiranya kita dapat memberi “Ethics Treatment” dalam berselancar yang sehat. Beberapa metode-metode yang sinyalir dapat mengatasi kecanduan gadget serta bahaya “blue light” yang bersemayam di smartphone, seperti dengan memberi bimbingan kerohanian, penyuluhan psikologi, agar setidaknya kita paham pengaruh dari penggunaan gadget yang berlebihan.

Penggunaan gadget di sekolah dirasa memberi warna dalam proses belajar mengajar, dimana gadget menjadi satu acuan instan saat mengerjakan beberapa tugas belajar. Terkait dari pest control peserta didik mengakses konten-konten tak bermanfaat, kita bisa saja memberi sanksi pada peserta didik bahwa penggunaan gadget di sekolah bukan untuk beria-ria kelalaian berchatting, akses konten negatif serta hal-hal yang kurang bermanfaat.

Well, mungkin salah satu best solution penggunaan smartphone di sekolah yaitu saat proses belajar mengajar berlangsung di kelas, maka guru dapat mengarahkan peserta didik meletakkan smartphone di atas meja masing-masing agar guru dapat memantau di setiap sudut bangku sekolah.

Teruntuk pemangku kebijakan sekolah seyogyanya haruslah beradpatasi dengan kemajuan teknologi. Terlepas dari bahaya adiksi gadget, kita mengedepankan sisi positif untuk menjawab tantangan era globalisasi. Oleh karena itu jika tak merubah midsite dari sekarang, jangan pernah berharap pembelajaran revolusi industri 4.0 bergiwang.

*Hendra Ervany, S.Pd.,M.Si, Guru SMAN 2 Langkahan Kabupaten Aceh Utara

About Redaksi

Check Also

Menikah Karena Menjawab Bersin, Kok Bisa?

Jurnalpase.com – Saat bertemu dengan jodoh, setiap orang punya ceritanya tersendiri. Termasuk pasangan satu ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *