Home / News / Pulihkan Pendidikan Pascabanjir, SMAN 1 Matangkuli Salurkan School Kits

Pulihkan Pendidikan Pascabanjir, SMAN 1 Matangkuli Salurkan School Kits

Aceh Utara | Jurnalpase.com, 13 Januari 2026 – SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, menyalurkan bantuan kemanusiaan dari berbagai donatur kepada sekitar 500 siswa penyintas banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November hingga Desember 2025 lalu.

Bantuan diserahkan dalam bentuk perlengkapan sekolah (school kits) sesuai petunjuk teknis (juknis) guna mendukung pemulihan aktivitas pendidikan pascabencana. Penyaluran dilakukan di lingkungan sekolah pada Senin (12/1/2026).

Kepala SMAN 1 Matangkuli, Khairuddin, MPd, mengatakan bantuan berasal dari sejumlah pihak, baik instansi pemerintah, perusahaan, lembaga, hingga masyarakat.

“Kementerian Agama RI memberikan bantuan Rp 20 juta untuk kebutuhan mushalla sekolah. Pertamina Hulu Energy (PHE) juga menyalurkan bantuan Rp 10 juta dan 30 unit tas sekolah,” kata Khairuddin kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, Lembaga Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia Aceh menyumbangkan 30 pasang seragam sekolah dan tumbler. Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Aceh turut memberikan bantuan berupa seragam, tas, dan alat tulis.

“Partner Berbagi Banda Aceh menyalurkan 20 paket tas dan alat tulis. Pengusaha Ismail Rasyid (Trans Continent) menyumbang Rp 5 juta. Sementara bantuan dari masyarakat melalui organisasi siswa mencapai Rp 3,6 juta, serta dukungan guru dan alumni sebesar Rp 2 juta,” jelasnya.

Khairuddin menyebutkan, seluruh bantuan tersebut dikonversi menjadi school kits yang berisi seragam, tas, sepatu, buku, alat tulis, serta perlengkapan mushalla agar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan dasar siswa.

Penyerahan bantuan turut dihadiri perwakilan donatur, Jefri dari Pertamina Hulu Energy, serta Pengawas Sekolah Saifullah Yusuf, MPd, sebagai perwakilan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Aceh Utara.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur. Khairuddin menegaskan bahwa seluruh bantuan dikelola secara transparan dan akuntabel, serta disalurkan langsung kepada siswa yang membutuhkan.

Ia menambahkan, proses pembelajaran di SMAN 1 Matangkuli saat ini telah kembali berjalan normal. Seluruh kelas aktif belajar, meski sebagian siswa masih belajar secara lesehan akibat kerusakan meja dan kursi terdampak banjir.

“Pembelajaran kokurikuler juga diarahkan pada tema kebencanaan sebagai bagian dari proses pemulihan sekaligus upaya mitigasi menghadapi potensi bencana ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Jefri dari Pertamina Hulu Energy mengajak seluruh warga sekolah untuk bangkit dari dampak bencana dan menjadikannya sebagai momentum menata kembali kepedulian terhadap lingkungan, termasuk melalui aksi mitigasi seperti reboisasi.

Perwakilan Cabdisdik Aceh Utara, Saifullah Yusuf, turut memberikan pesan motivasi kepada para siswa agar membangun karakter tangguh, resilien, dan berdaya juang tinggi.

“Bencana adalah pelajaran dari alam yang harus disikapi dengan penguatan nilai, solidaritas, dan kesiapsiagaan,” katanya.[]

About Redaksi

Check Also

Sahabat Budaya Gelar Bimtek Penulisan Ensiklopedia Budaya Aceh di Lhoksukon

Aceh Utara | Jurnalpase.com, 16 Maret 2026 – Komunitas Sahabat Budaya menegaskan komitmennya dalam menjaga dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *