Home / Opini / Pemuda, Pilkada dan Pendidikan

Pemuda, Pilkada dan Pendidikan

Qusthalani. Ilustrasi foto : dok.jurnalpase.com

(Refleksi Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 – 28 Oktober 2018)

LHOKSUKON | Jurnalpase.com Presiden RI pertama kita Soekarno pernah berorasi dan menciptakan sebuah kalimat penyemangat yang cukup membuat hati para pemuda bergetar “Beri aku 1000 orang tua niscaya kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Kata-kata yang begitu penuh makna dimasa itu. Beliau sangat yakin dan berharap banyak dari pemuda di Indonesia untuk bangkit dalam mengembangkan negara Indonesia. Negara ini suatu saat akan menjadi negara kuat, maju dan mandiri. Apakah itu masih relevan dengan jaman sekarang ?. Apakah pemuda sekarang bisa dikatakan Pemuda yang penuh Inspirasi atau malah pemuda yang ekspirasi. Pemuda yang begitu berharap dari lingkungannya, bukannya pemuda yang akan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

Peran Pemuda dalam Pilkada

Aku enggan untuk berjumpa dengan anak muda yang hanya mengandalkan titel, keperkasaan, dan kelincahan berdebat. Aku ragu apakah mereka mampu atau sanggup memperbaiki Negara ini – Che Guevara

Pemuda merupakan pilar penting kemajuan bangsa. Pemuda adalah garda depan penentu masa depan bangsa. Maju atau mundurnya suatu negara terletak di tangan pemuda. Pemuda hebat akan membawa kemajuan bangsa. Itulah mengapa, dalam hal apa pun mengenai hajat kehidupan manusia, pemuda selalu menjadi prioritas utama sebagai alat menuju pembangunan dalam mencapai kesejahteraan. Pemuda adalah sosok yang tidak pernah bosan untuk diperbincangkan dalam berbagai tingkatan generasi. Lalu apa kaitannya pemuda dengan politik? Bagaimana seharusnya peran pemuda dalam politik? Mengapa peran pemuda dalam berpolitik sangat penting? Dan sederet pertanyaan lainnya yang tiada habisnya bermunculan di benak. Partisipasi pemuda dalam politik sangatlah perlu terutama partisipasi pemuda dalam menyampaikan gagasannya di dalam pesta demokrasi.

Aspirasi pemuda yang bersifat konstruktif sangat diperlukan untuk kebaikan bangsa ini, terlebih pemuda adalah pemimpin masa depan. Maka sangatlah baik bila sejak dini pemuda lebih dekat dengan kiprah dunia politik melalui menyalurkan aspirasinya dalam pesta demokrasi. Pemuda memiliki peran yang strategis dalam politik di bangsa ini. Pemuda adalah sosok yang selalu menjadi pusat perhatian karena semangat juangnya yang tinggi dalam membela negara. Pemuda adalah tulang punggung bangsa yang diharapkan mampu memperbaiki masa depan bangsa ini menjadi lebih baik. Pemuda memiliki peran sentral dalam mendobrak kebuntuan politik.

Kontribusi pemuda dalam menyongsong pesta demokrasi sehat dalam pilkada sangatlah diperlukan. Namun sayangnya, banyak pemuda saat ini yang acuh terhadap politik. Mereka terdogma bahwa politik cenderung berstigma buruk, terlebih banyaknya berita dari media yang menyebutkan banyaknya kasus penyelewengan wewenang oleh oknum-oknum politik. Pemuda juga menjadi pemilih yang produktif di dalam setiap pesta demokrasi yang dilaksanakan setiap tahunnya. Keterlibatan anak bangsa tersebut diperhitungkan karena mereka dapat memilih dan memilah mana yang sesuai dengan negerinya. Pemuda yang terlibat kampanye menebarkan kampanye untuk mendidik dan memberikan pengalaman bagi para pemuda, sama sekali bukan untuk memecah belah kekompakan pemuda. Selayaknya di antara Parpol pengusung calon kepala daerah terjadi kerjasama dan kekompakan, terutama untuk menggelar pesta demokrasi yang bersih dari politik uang, termasuk menumbuhkembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi kalangan pemuda. Jangan sampai peran pemuda dalam Pilkada hanya ikut-ikutan saja. Untuk para politisi senior yang sudah lama bergelut di dunia politik, berikanlah contoh terbaik bagi para pemuda.

Pilkada dan Pendidikan

Sumpah pemuda lahir dari upaya organisasi-organisasi pemuda pergerakan untuk bersatu dalam sebuah wadah yang telah dimulai sejak Kongres Pemuda Pertama 1926 yang diprakarsai Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Namun pada tahun itu, belum ada kesepakatan dalam kerangka memandang tujuan dan cita-cita pemuda dalam membangun semangat persatuan rakyat untuk berjuang melawan kolonial Belanda. Sumpah pemuda yang secara lengkap berisikan;

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Ingat, sumpah pemuda mengajarkan kita untuk menjadi pemuda yang inspiratif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Inspiratif berarti sebuah pemikiran yang muncul sebagai akibat dari adanya ilham. Pemuda yang inspirasi akan menjadikan rujukan bagi generasi selanjutnya. Pendidikan memiliki peranan penting dalam melahirkan pemuda yang handal untuk membangun bangsa. Pemuda yang akan menjadi sosok pemimpin untuk memperbaiki negeri kita yang sudah terkoyak-koyak dan tercabik-cabik oleh berbagai peristiwa dan khasus yang tidak pernah habis. Sosok pendidiklah yang sangat berperan untuk menciptakan sosok pemuda yang diharapkan oleh pendiri bangsa ini. Sebut saja sang deklarator Gerakan Aceh Merdeka, Paduka Yang Mulia Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Seorang tokoh yang sudah menjadi inspirasi banyak orang. Mudanya beliau yang belajar ke negeri barat dan bekerja untuk negera Indonesia di awalnya. Teungku Hasan muda yang begitu bersemangat untuk membangun negerinya menjadi sejahtera. Hasan di Tiro sudah menjadi tokoh melegenda sepanjang hidupmya. Banyak lagi pemuda Aceh dulunya yang sudah menjadi pemuda inspirasi bagi negaranya.

Lalu apa hubungannya pendidikan, pemuda dan pilkada. Penulis coba menguraikan kembali peranan pendidikan dalam pemilu serentak 2019 depan. Pilkada untuk memilih para dewan di parlemen dan presiden yang perduli terhadap pendidikan nantinya. Ketokohan dari seorangan pemuda Aceh yang sudah penulis sebutkan diatas bisa menjadi rujukan bagi kita bersama. Pemuda yang belajar sampai ke negeri orang untuk membangun negerinya sendiri. Pemuda yang gagah berani dan selalu menebarkan kebaikan bagi kita semua. Sudah tentu, untuk mencapai itu semua harus melalui pendidikan yang sehat. Pendidikan yang dimaksud adalah sang pendidik memberikan suatu gambaran bagi anak didiknya melalui pendekatan tertentu dalam pelajaran tertentu juga. Pendidik berkewajiban menjelaskan pilkada sehat, menghindari black campaign, tanpa money politik, dan lainya. Aneh memang, ketika hal tersebut masih dianggap tabu selama ini.

Anak didik juga perlu diberikan pemahaman tentang pesta demokrasi tersebut. Anak didik yang nantinya akan menjadi pemuda yang berkiprah mensukseskan pesta tersebut. Sudah saatnya kita selaku pemuda untuk kembali membuka lembaran sejarah tempo dulu bagaimana pemuda terdahulu mendidik para generasi yang selalu bertumpu pada pengenalan akan aqidah,berbagai konsep pendidikan yang diterapkan tidak terlepas dari pengenalan jati diri sebagai makhluk Allah yang senantiasa menjauhkan larangan sang ya khalik.

Negara ini sudah banyak diterpa masalah, namun yakinlah badai pasti berlalu, seiring datangnya harapan akan majunya bangsa dan negara ini. Semua komponen harus tetap menjaga UUD 1945 dan Pancasila, jangan ada yang berani menggoyang atau ingin mengubahnya, anak-anak ibi Pertiwi akan menjadi garda terdepat untuk menjaga UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar dan falsafah bangsa ini, dan tentunya dengan semangat Sumpah Pemuda yang akan terus berkobar di dada setiap warga negara Indonesia. Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa persatuan. Selamat hari Sumpah Pemuda. Harapan besar dari tulisan ini adalah dapat memberi sedikit pencerahan akan semangat Hari Sumpah Pemuda Ke-90 dan terpilihnya pemimpin yang peduli terhadap pendidikan di Pemilu serentak 2019.

Wallahu ‘Alam Bissawab

Qusthalani, M.Pd, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Utara

 

About Redaksi

Check Also

Program yang Berdampak pada Murid SAWASAKU ( Satu Siswa Satu Buku) Pada Sudut Baca Kelas

  Oleh Nanda Indah Sari CGP Angkatan 1 Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Latar Belakang  Literasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *