Home / News / OPSI DIHARAPKAN MENJADI WADAH BAKAT MENELITI SISWA

OPSI DIHARAPKAN MENJADI WADAH BAKAT MENELITI SISWA

Direktur PSMA Kemdikbud Republik Indonesia. foto: dokumen jurnalpase.com

Jurnalpase.com|Surakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan SMA kembali menggelar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2019 yang diikuti 106  finalis hasil seleksi dari 1214 naskah proposal. Peserta berasal dari 24 provinsi akan unjuk kemampuan melalui riset dan penelitian terbaik mereka.

Acara yang berlangsung 14-19 Oktober 2019 di Kota Surakarta, Jawa Tengah itu resmi dibuka Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Drs.Purwadi Sutanto, M.Si, pada Rabu (16/10). Purwadi berharap, OPSI menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa melalui penelitian. Aktivitas positif dalam menularkan virus penelitian dan budaya penelitian dapat diteruskan secara masih ke seluruh siswa Indonesia.

Purwadi Sutanto, disela-sela pembukaan acara, mengutarakan, OPSI yang digelar sejak 2008 merupakan agenda penting Direktorat Pembinaan SMA sebagai wadah penyaluran bakat dan minat sekaligus menjadi ajang seleksi karya-karya penelitian unggul dan mampu bersaing di level penelitian dunia internasional.

“‘Virus penelitian yang ditebarkan para finalis di OPSI 2019 ini kami harapkan mampu menjadi motivasi yang menular, sehingga wabah penelitian dapat menyebar ke seluruh sekolah,” kata Purwadi.

Ia menjelaskan, OPSI menepis anggapan bahwa meneliti itu aktivitas yang membosankan, sehingga minim siswa yang berminat. Sebaliknya, sepanjang pelaksanaannya hingga tahun ke-11 ini, jumlah siswa dan sekolah yang mendaftar memperlihatkan grafik peningkatan.

Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Dikdasmen Kemendikbud, Juandanilsyah menambahkan, seiring waktu berjalan, OPSI menjadi ajang yang semakin banyak dilirik para peserta didik setiap tahunnya. Sebuah sinyal positif yang menggambarkan semakin menyebarnya ‘virus’ meneliti di kalangan siswa. Meneliti tidak kalah seru dan mengasyikkan jika dibandingkan dengan bidang hobi lain, seperti seni dan olahraga.

Menurut dia, dari 106 karya penelitian para anak bangsa yang lolos pada OPSI kali ini bisa dilihat pada booth demi booth yang memenuhi ruang Ballroom The Sunan Hotel Surakarta yang juga menjadi lokasi pembukaan OPSI yang diikuti pelajar SMA dan Madrasah Aliyah (MA) ini.

Jajaran booth yang tampil dengan ciri khas masing-masing provinsi peserta memperlihatkan cermin keberagaman budaya yang melebur menjadi semangat kebangsaan, keberagaman, dan kebhinekaan Indonesia yang bersatu.

“OPSI dahulunya lebih dikenal dengan sebutan Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) yang dimulai pada 1977 hingga 2008. LPIR kemudian berganti menjadi OPSI pada 2009. OPSI merupakan wahana pengembangan dan kompetisi bagi siswa SMA dan MA, yang bertujuan memotivasi siswa dalam penelitian dan mengembangkan penelitian agar bermanfaat bagi khalayak.”pungkasnya.

Selain pameran poster, OPSI tahun 2019 juga diisi dengan beragam kegiatan yang bermanfaat, mulai dari workshop kepemimpinan, karakter, presentasi dan OPSI goes to school.

Kegiatan pembukaan OPSI Tahun 2019 juga turut dihadiri Kepala Bapedda Kota Surakarta, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan pejabat penting dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

About Redaksi

Check Also

Singgah di SMAN 1 Meukek, Kadisdik Aceh Berikan Motivasi ke Siswa dan Guru

Aceh Selatan| Jurnalpase.com, 05 Maret 2026 – Di sela-sela kunjungan Safari Ramadan bersama Pemerintah Aceh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *