|| DEWAN JURI CURANG||
Suatu hari saya mendampingi dua siswa mengikuti kegiatan seleksi duta pelajar tingkat kabupaten. Siswa ini merupakan siswa pilihan. Mereka telah saya bekali dengan berbagai macam pengetahuan termasuk teknik presentasi hingga mampu memukau dewan juri serta segenap audience.
Benar saja, dari sejumlah tim yang tampil, penampilan siswa saya mendapat sambutan yang meriah dari hadirin. Bahkan pertanyaan yang dilontarkan dewan juri mampu mereka jawab secara lugas serta tepat sasaran.
Saat jam istirahat, sejumlah guru pendamping lainnya memberikan apresiasi kepada saya,” Selamat Pak! Insya Allah siswa bapak juara,” ujar seorang guru yang di iyakan guru lainnya.
Apresiasi juga datang dari sejumlah siswa yang nota bene saingan anak didik saya. Kata mereka, siswa saya menguasai materi serta penguasaan panggung yang sangat mantap. Alhasil, saya pun merasa yakin bahwa siswa saya bakal jadi juara satu.
Tibalah detik-detik pembacaan nama-nama sang juara. Saya bersama siswa merengsek maju ke barisan paling depan. Camera handphone sudah siap di tangan. Hendak mengabadikan momen paling mendebarkan.
Dewan juri mulai membaca keputusannya. Nama-nama juara 1, 2 dan 3 selesai diumumkan. Ternyata, siswa saya tidak terpilih. Jangankan juara 1, juara 3 pun tidak. Wajah anak didik saya seketika tampak kecewa. Saya juga merasakan hal yang sama. Sejumlah siswa lain serta guru pendampingnya ada yang geleng-geleng kepala. Walaupun mereka tidak bicara, jelas terlihat mereka hendak mengatakan bahwa siswa saya seharusnya jadi juara.
Seketika saya mengajak siswa saya keluar ruangan. Sambil berjalan dengan wajah masam, saya menggerutu:
“JURI TIDAK ADIL. MEREKA MEMIHAK. MEREKA CURANG. SEHARUSNYA KALIANLAH JUARA”
“IYA, PAK! ANEH, KOK SISWA YANG TADINYA KENA TEGUR DARI JURI JUSTERU MEREKA PULA JUARA SATU. PADAHAL MEREKA TIDAK BEGITU MENGUASAI MATERI. BUKTINYA, ADA PERTANYAAN YANG TIDAK MAMPU MEREKA JAWAB,” sambung anak didik saya.
“IYA, BETUL. JURI CURANG,” tegas saya lagi.
==============
Semua kita pernah merasakan hal seperti ini. Ketika hasil tidak sesuai dengan harapan kita, maka JURILAH JADI SASARAN. Sebaliknya, saya akan mengatakan juri itu JUJUR kala anak saya dinobatkan sebagai juara. Tapi ingat, siswa yang kalah mungkin akan mengatakan JURI CURANG.
Inilah dunia…
Sumber: facebook_agussalim masry
Jurnal Pase Media Online Pase