Home / Cerpen / Bintang Sepakbola Atom Lapangan Tugu Unsyiah

Bintang Sepakbola Atom Lapangan Tugu Unsyiah

Ilustrasi pemain sepak bola, lokasi Kopelma Darussalam Banda Aceh

Oleh: Hendra Langkahan

Jurnalpase.com – Kala senja mengais bakat sebagai hiburan melepaskan penat perkuliahan yang begitu menguras energi dari pagi hingga sore, hanya untuk sekedar hobi yaitu bermain sepakbola di lapangan tugu unsyiah. Mengisi jadwal kosong dg bermain sepakbola dilapangan tugu, mahasiswa beranggapan ini bagian dr 2 SKS (satuan kredit semester), dan semua pemain tersenyum terkekeh-kekeh.

Di lapangan inilah berbagai jurusan berkumpul untuk menyalurkan adu gengsi dan ada juga sekedar sekresi keringat. Namun latihan bola yang dilakukan tardapat pembelajaran didalamnya seperti jurusan fisika, mengatakan itu tendangan jarak jauh yg dilepaskan merupakan gerak jatuh bebas kawan dan anda luar biasa melakukan itu. Ada lagi dari pemain teknik, mengatakan itu teknik motorik yang ada lakukan. Ada juga benturan yg terjadi dilapangan dan anak biologi, mengatakan berhati-hatilah kawan itu bisa mengakibatkan skeletonmu patah. Ini sebuah permainan bukan mencari jawara, melainkan garis perjuangan diawali bertemunya berbagai jurusan di lapangan penuh kenangan ini.

Hal ini tentu begitu dikenang kala selesai jam perkuliahan, bukannya pulang kerumah melainkan langsung menuju ke lapangan tugu unsyiah untuk berkompetisi sepakbola ala tarkam. Sekedar hobi dan mengejar sebuah pengakuan sebagai bintang lapangan tugu. Banyak psywar antar sesama sekedar mengisi tingkah kocak mengait-ngaitkan berita2 klub dunia.

Ada yang dijuluki Zidane lapangan tugu dikarenakan perangai seperti Zidane dunia, botak tengah namun memiliki skill mempuni juga. Ada juga sebutan Maldini serta kaka lapangan tugu, tentu hal ini membuat tersenyum para pemain dikalangan mahasiswa.

Sejenak bersenda gurau bertemu beberapa bintang lapangan tugu yang alhamdulillah banyak diantara mereka telah sukses dan bekerja. Baik sebagai pegawai pemerintah, pegawai swasta, anggota, legislatif dan wirausaha.

Bertarung  menebar psywar di lapangan tugu unsyiah menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas perkuliahan dengan cepat. Ini menjadi indikator percepatan finishing di bangku kuliah.

Dari cerpen di atas bisa disimpulkan tak perlu malu mengimplementasi pembelajaran dilakukan dimana saja, baik dalam sebuah permainan maupun lainnya. Ini sebagai harapan implementasi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.  Ini juga sebagai contoh pemikiran maju yg terus di asah mulai sejak dini.[]

*Hendra Langkahan, Guru Biologi di SMAN 2 Langkahan Kabupaten Aceh Utara.

About Redaksi

Check Also

BERKUNJUNG KE RUMAH CUT NYAK MEUTIA SRIKANDI DARI ACEH

Karya Keisha Elsria Mulya Teman-teman, kamu pernah berkunjung ke Aceh enggak sih? Soalnya, di Aceh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *