Wahai Semesta Aku Cinta Indonesia Oleh: Iklima Naya Hamparan padang siwalan nan luas Hembusan angin lembut menyapa Hiruk pikuk makhluk tuhan berkeliaran Berdesir sang jiwa kala memandang Curatan air mengalir deras Membelah, menjelma sungai Menjalar bak akar tanaman Dari sabang hingga merauke Oh semesta Aku cinta negeriku Indonesia... Lupakan sejenak tentang keindahannya Mari telusuri kebudayaannya Di semenanjung Sabang liriklah Lenggak -lenggok gerakan tangan Serentak dan duduk muslihat sejajar Tari “saman”sebutlah Aceh si empunya Dentingan blira bersama ketipung Hu ha hu ha! Ca ka ca ka ca ka ca ka ca ka ca ! seruannya Gerakan kepala dan mata tajam yang serempak Berhasil menghipnotis yang melihat Sebutlah “tari kocak” Bali si empunya Luar biasa bukan? Aku cinta negeriku Indonesia... Keindahan alam dan budaya sudahkah? Mari telusuri bahasanya! Bahasa Aceh Kutaraja, Gayo, Tamieng, Batak, Padang, Jawa, Sunda, Makassar, Bali, Melayu, Irian, Dan seterusnya.. Lalu hukum menetapkan peraturan bercakap Guna mempersatukan seluruh bahasa suku Yakni bahasa persatuan yang di junjung Bahasa Indonesia Sungguh menarik bukan? Aku cinta negeriku Indonesia... Ingin lirik cita rasa makanan pun Akan menggugah selera perasa Meneteskan liur yang mengendus aroma Makanan khas Nusantara pastinya Yang tak terhitung macamnya Pandanganku menyapu padang sekitar Sunset yang bersembunyi di belakang gunung Tersenyum simpul seolah ingin mengucap secarik petuah Sekilas opiniku tentang negeriku Suatu pernyataan ku tanam di jiwa Inilah pengakuanku Wahai semesta Aku cinta Indonesia karya puisi ini merupakan siswi SMAN1 Muara Batu Aceh Utara![]()
Tags Aku Cinta Indonesia Aku cinta negeriku Sabang semesta SMAN1 MUARA BATU
Check Also
Ibnu Rusyd
Ibnu Rusyd Oleh : Iklima Naya Cordova tanah kelahiranmu Namamu bersinar di tanah itu Bersahaja …
Jurnal Pase Media Online Pase