
jurnalpase.com | Bireuen – Hal itu diungkapkan Kepala SMA Negeri 1 Bireuen Hamdani S.Pd, M.Pd selaku tuan rumah menjelaskan kepada jurnalpase.com melalui sambungan seluler, Acara ini di buka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Kabupaten Bireuen (18/10), Murtadha S.Sos.Kacabdin mengharapkan semua kepala sekolah baik mitra maupun kepala sekolah imbas harus meningkatkan mutu pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mencetuskan program kemitraan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Secara teknis program kemitraan adalah untuk mewujudkan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penguatan kompetensi pembelajaran dan gerakan literasi sekolah serta manejerial Sekolah yang kuat, dan melalui peran guru dan berkolaborasi dengan tenaga pendidikan di beberapa Sekolah Menengah Atas negeri (SMAN) yang menjadi sekolah imbas yang sdah di tunjuk oleh kementrian dalam wilayah kabupaten Bireuen.
Hamdani S.Pd .,M.Pd selaku Kepala SMAN 1 Bireuen berharap program kemitraan ini tim guru inti yang berasal dari pulau jawa dapat berbagi pengalaman, saling menginspirasi, dan saling mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki dalam rangka meningkatkan kopetensi guru secara merata yang ada di wilayah Kabupaten Bireuen, serta dapat menghidupkan komunitas belajar yang profesional serta fokus pada penguatan layanan pembelajaran dan kualitas pendidikan kedepan.
Tim guru inti yang datang ke SMAN 1 Bireuen dalam program OJL yaitu Neli Fori Karliana (SMAN 2 Pandeglang, Banten), Retno dan Neli merupakan guru inti mata pelajaran bahasa indonesia.Endang Retno Murtiningsih (SMAN 1Jepon,Blora Prov.Jawa Tengah).
Selanjutnya Siti Sriyatun (Guru SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah), beliau adalah guru inti mata pelajaran Matematika.Rustiani Widiasih (Guru SMAN 1 badegan, Ponorogo) serta Retna Widowati (SMAN Pati,Jawa Tengah) merupakan guru inti mata pelajaran bahasa inggris.
Hamdani menjelaskan, selain di SMA 1 Bireuen, selama 10 hari berlansungnya program OJL, tim guru inti tersebut akan melakukan kegiatan-kegiatan di beberapa sekolah mitra dalam kabupaten bireuen seperti SMAN 1 Samalanga.SMAN 3 Bireuen dan SMAN 2 Peusangan.
Setelah semua kegiatan ini selesai, tim guru inti tersebut akan mengintegrasikannya program-program yang positif dan bermanfaat untuk dapat di aplikasikan oleh masing-masing sekolah di mareka mereka mengajar. Semoga kemitraan yang terjalin itu bisa bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan Sekolah-Sekolah di seluruh Indonesia khususnya propinsi dalam menjalan visi pemerintah Aceh untuk mewujudkan Aceh Caroeng.
“Silakan berbagi ilmu dengan guru kami di kabupaten Bireuen, dengan imbas ilmu nantinya dari pulau jawa maka pendidikan Aceh bisa setara dengan pulau Jawa. Transfer ilmu penting untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.” harapnya.[]
Jurnal Pase Media Online Pase