
Banda Aceh|Jurnalpase.com –Sebanyak 120 guru jenjang Pendidikan Dasar (dikdas) mengikuti seleksi Olimpiade Guru Nasional yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh mulai dari tanggal 27-30 Maret 2019, di Hotel Diana Kuta Alam Banda Aceh.
Kadis Pendidikan Aceh, Syaridin mengatakan guru-guru yang diundang kali ini merupakan guru yang lulus seleksi dengan dua jenis pola. Seleksi perjenjang di kabupaten/kota dan seleksi daring yang dilaksanakan oleh Dirjen GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
“Seleksi untuk guru-guru dikdas sedikit berbeda dengan guru dikmen. Selain adanya pendaftaran secara daring di laman kesharlindung, guru dikdas juga diseleksi di kabupaten/kota masing-masing. Jadi yang kita undang kesini adalah guru yang sudah berprestasi di kabupaten/kota dan sebagian guru yang telah lolos seleksi artikel secara daring.” jelasnya
Ia juga berharap guru pro aktif mencari berbagai informasi baik pelatihan maupun perlombaan untuk menguji kompetensi diri. Era millenial dan pendidikan 4.0, guru tidak lagi berpangku tangan dan mengharap kegiatan ditawarkan saja. Guru produktif harus menjemput bola dari berbagai kegiatan yang ada saat ini, baik dari kementerian pendidikan, maupun dari lembaga lainnya.
Untuk jenjang dikdas ada beberapa mata pelajaran yang dilombakan seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan IPS. Namun ada beberapa Mata Pelajaran yang minim peminatnya dan ada juga yang melebihi, seperti mata pelajaran IPA.
Pelaksana kegiatan OGN Dikdas Provinsi Aceh menambahkan, tahun 2019 Dinas Pendidikan Aceh membuat gebrakan terbaik, berbeda dengan tahun yg lalu. Tahun ini guru diberikan pembinaan terlebih dahulu, esoknya baru pelaksanaan ujian secara manual.
Di sela-sela pembukaan OGN Jenjang Dikdas, Syaridin juga menyinggung tentang pelaksanaan Guru Berprestasi. Perhelatan akbar ini akan dilaksanakan akhir April di Banda Aceh dan awal April untuk seleksi di masing-masing cabang Dinas Pendidikan Aceh.
“Untuk memotivasi guru-guru kita di Aceh, maka bulan April akan dilaksanakan seleksi GTK berprestasi di Banda Aceh. Kalau daerah ketahuan tidak melakukan seleksi GTK Berprestasi, maka peserta/ panitia akan disuruh pulang. Tidak ada lagi istilah PL (penunjukkan langsung).” pungkasnya []
laporan: Rita Afrina
Jurnal Pase Media Online Pase