Menyusuri perjalanan mudik tahun ini, saya dan suami seperti biasanya pulang ke Banda Aceh tepatnya daerah Ulka dalam bahasa gaul, alias Ulee Kareng. Dalam perjalanan kali ini kami berbuka puasa di Aceh Besar, tepatnya di warung Latansa Samahani.
Setelah selesai berbuka dan shalat magrib, saya dan suami sangat menikmati hidangan yang disajikan seperti hidangan ayam tangkap, masak mirah peuaweuh, sie reuboh dan menu lezat lainnya. Menurut saya, menunya sangat lezat wwuuaarrr biiaassaahh tiada dua. Heheehe…
Dan saya takjup sangat ketika melihat perlengkapan prasmanannya. Tidak seperti warung lain, biasanya prasmanan disajikan dalam wadah steinlisteel. Nahh…di warung ini, prasmanan menu utama semua disajikan dalam kuali tanah besar. Selesai dimasak, kualinya langsung disajikan di dalam rak kaca. Unik bukan..?
Jadi sangatlah beralasan jika rasa yang tercipta tiada dua. Sesuai dengan nama warung yang diberikan, La tansa Samahani yang bermakna jangan lupakan Samahani. Ya kalau begini nikmatnya, siapa sih yang bisa lupa. Mau coba rasa??
Ayo…jangan lupa singgah ya..
Ada di pinggir jl.Medan-Banda Aceh, desa Samahani. Latansa Samahani 😉
Jurnal Pase Media Online Pase