Home / Pendidikan / Laporan Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya Tahun 2022, dengan Judul: Menjajaki Jalur Rempah, Ie Bu Peudah.

Laporan Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya Tahun 2022, dengan Judul: Menjajaki Jalur Rempah, Ie Bu Peudah.

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan terkait Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya Tahun 2022, dengan Judul: Menjajaki Jalur Rempah, Ie Bu Peudah.

Laporan ini kami susun untuk diketahui oleh para pemangku kebijakan dan juga sebagai wujud pertanggungjawaban dari pelaksanaan Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya Tahun 2022. Semoga laporan ini dapat menjadi bahan perbaikan berkelanjutan (continues improvement) dalam menjalankan Program Kebudayaan di tahun berikutnya.

Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dari para pemangku kebijakan dan tim pelaksana Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya Tahun 2022 terhadap pelaksanaan kegiatan Ekspresi Budaya dan tersusunnya laporan ini sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat dalam implementasi program di tahun berikutnya.

Aceh Utara, 24  Desember 2022

Ketua

Ikatan Guru Indonesia

Kabupaten Aceh Utara

Qusthalani

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Program layanan produksi kegiatan kebudayaan kategori stimulan kegiatan ekspresi budaya Tahun 2022 merupakan program pendukungan pembiayaan dalam bentuk uang yang diberikan kepada perseorangan, komunitas budaya, dan lembaga/organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang kebudayaan dalam rangka melakukan Ekspresi Budaya untuk pemajuan kebudayaan. Pendukungan Dana Stimulan adalah sejumlah uang yang diberikan kepada pengusul sebagai bentuk dukungan tambahan setelah pengusul mendapatkan dana dari masyarakat umum secara terbuka.

IGI Aceh Utara merupakan salah satu komunitas pendidikan dibidang budaya yang selama ini fokus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang budaya lokal yang hampir hilang. IGI Aceh Utara mengingat ekspresi budaya tradisional merupakan cara hidup bangsa Indonesia, yang mengajarkan tradisi, kearifan, nilai-nilai, pengetahuan komunal yang dikemas dan diturunkan kepada anak cucu melalui hikayat, legenda, kesenian, dan upacara yang berangsur-angsur membentuk norma sosial dan tata hidup Bangsa Indonesia. Perlindungan atas budaya tradisional menjadi sangat penting akhir-akhir ini, karena munculnya klaim dari pihak lain atas kebudayaan ini. Hal ini diperburuk dengan tiadanya regulasi yang mengatur mengenai perlindungan hukum terhadap ekspresi budaya tradisional tersebut.

Salah satu budaya lokal yang hampir dan diangkat kembali yaitu kuliner lokal Ie Bu Peudah. Kuliner yang hanya ada di bulan ramadhan ini perlu dikenal kembali oleh khalayak ramai. Kuliner Ie Bu Peudah ini diangkat dalam sebuah film dokumenter, didukung oleh komunitas-komunitas film di Aceh Utara.

B. Tujuan

Tujuan dari disusunnya Laporan ini adalah:

  1. dalam rangka tertib administrasi, transparansi dan akuntabilitas;
  2. mendokumentasikan seluruh pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya;
  3. menyampaikan laporan kepada pihak terkait atas pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya.

C. Manfaat

Manfaat dari disusunnya laporan ini adalah :

  1. sebagai sumber inspirasi dalam rangka penguatan pendidikan karakter anak didik;
  2. mengenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal, khususnya kuliner nusantara;
  3. mempelajari administrasi, transparansi dan akuntabilitas.

D. Dampak

Hasil yang diharapkan dari Laporan ini adalah:

  1. tersusunnya laporan Kegiatan Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya secara tertib administrasi, transparan, dan akuntabel;
  2. terdokumentasikannya seluruh pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya;
  3. tersampaikannya laporan kepada pihak terkait atas pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya.

 

BAB II

PERSIAPAN

A. Nama Kegiatan

Nama Kegiatan ini adalah : “Kegiatan Fasilitasi Stimulan Kegiatan Ekspresi Budaya dengan judul Film Dokumenter Menjajaki Jalur Rempah, Ie Bu Peudah”.

Kegiatan dimulai dari survey lokasi untuk pengambilan gambar/video dokumenter. Kemudian dilanjutkan dengan membuat komitmen bersama dengan masyarakat Blang Nibong Kecamatan Samudera.

Setelah semua science diambil, maka kemudian editing. Sementara untuk festival dilaksakan pemutaran dan diskusi budaya, dengan menghadirkan pemerhati budaya dan siswa, juga guru sebagai peserta seminar.

B. Tim Produksi/Pelaksana

Ketua Pelaksana – Qusthalani

Wakil Ketua – Herawati

Sekretaris – Danayu

Bendahara – Rizki Aulia

Sesi  Acara – Abdul Khallid

Sesi Perlengkapan – Abdullah

C. Jadwal Kegiatan

Waktu

(WIB)

Kegiatan PIC
08.00 – 09.00 Registrasi Peserta Durisman
09.00 – 09.35 Pembukaan MC
09.35 – 09.40 Pembacaan Ayat Suci Al Quran/ Shalawat Badar
09.45 – 09.55 Menyanyikan Lagu ‘Indonesia Raya’ dan Mars Ikatan Guru Indonesia’ Saripah
09.55 – 10.05 Laporan Panitia Qusthalani – Ketua IGI Aceh Utara
10.05 – 10.25 Kata Sambutan sekaligus membuka acara Zulkifli – Kepala SMAN 3 Putra Bangsa Lhoksukon
10.25 – 10.40 Pemutaran Film Dokumenter Ie Bu Peudah – Jejak Jalur Rempah di Provinsi Aceh Tim Kreatif
10.40 – 12.00 Seminar Menjajaki Jalur Ie Bu Peudah, 44 Ramuan Rempah Rahmatsyah (akademisi dan ketua RA Pena Pase)

Muhammad Nisfu Syakban (Komunitas Metaforika)

12.00 – 12.30 Tanya Jawab MC
12.30 – 12.40 Penyerahan Chroomebook untuk PJ Meuseuraya IGI Aceh Utara Ketua IGI Aceh Utara
12.40 – 13.00 Doa Penutup
13.00 – 13.05 Penutup MC

 

BAB III

PELAKSANAAN

A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Hari dan Tanggal         : Kamis, 22 Desember 2022

Lokasi                             : Aula Panglateh Lhoksukon

B. Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan film dokumenter Ie Bu Peudah adalah kuliner khas masyarakat Aceh yang sudah ada sejak zaman kerajaan. Dahulu, masyarakat Aceh membuat kuliner ini secara gotong royong diberbagai moment. Namun, saat ini masakan ini hanya disajikan pada bulan Ramadhan. Bahkan tidak semua daerah di Aceh membuat masakan Ie Bu Peudah. Hal tersebut karena pengetahuan tata cara pembuatannya tidak banyak diketahui oleh para generasi muda.

Padahal, terdapat banyak edukasi dalam pemilihan bahan baku Ie Bu Peudah karena harus memilih rempah dari tanaman khusus. Kasiat dari Ie Bu Peudah cukup banyak, terlebih untuk kesehatan. Selain dari edukasi tanaman dan budaya kuliner, hal positif lain dari tradisi Ie Bu Peudah terdapat pada pembuatannya yang dilakukan secara ramai sehingga meningkatkan silaturahmi dan toleransi antar masyarakat.

Persiapan pembuatan film dokumenter ini melibatkan juga komunitas film yang ada di Aceh Utara yaitu Metaforika dan RA Pena Pase. Sedangkan untuk pemutaran dan diskusi budaya melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Aceh Utara.

C. Kendala

Beberapa kendala yang dijumpai saat pelaksanaan Festival Film Budaya Jalur Rempah Ie Bu Peudah , yaitu koordinasi antar panitia dan pendanaan festival. Di tahun-tahun sebelumnya, kepanitiaan Festival Film Budaya hanya melibatkan masyarakat saja. Sementara tahun ini, kepanitiaan yang melibatkan komunitas film adalah untuk pertama kalinya, sehingga tantangan yang muncul adalah bagaimana membuat mereka dapat bekerja sama untuk mewujudkan sebuah proyek besar. Dari hasil observasi kami, kendala-kendala yang ditemukan di lapangan lebih disebabkan karena belum munculnya rasa kepemilikan atas Festival film dokumenter Ie Bu Peudah di banyak kawan-kawan panitia

 

BAB IV

LAPORAN KEUANGAN

transaksi keuangan dan bukti pengeluaran dapat dilihat pada link di bawah ini :

Laporan Stimulan

 

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Festival Budaya Lokal adalah festival tahunan yang diselenggarakan oleh IGI Aceh Utara dengan dukungan Pemerintah Desa Blang Nibong, Kecamatan Samudera, dan tahun ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi. FBL diselenggarakan pertama kali pada 2016 untuk merayakan budaya kuliner lokal. Sebagaimana namanya, festival ini ingin mengangkat kembali kuliner lokal yang hampir punar melalui program yang melibatkan warga secara langsung.

B. SARAN

Seluruh Panitia Pelaksana FBL 2022 dan IGI Aceh Utara, mengucapkan banyak terima kasih kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi atas dukungannya sebelum dan selama FBL tahun ini berlangsung. Semoga kerja sama ini dapat berlanjut untuk program-program IGI Aceh Utara selanjutnya

 

Lampiran-lampiran

A. Foto Dokumentasi Kegiatan

Rapat Persiapan
Laporan Kegiatan Oleh Ketua IGI Aceh Utara
Pemutaran Film Ie Bu Peudah
Diskusi Budaya Oleh Rahmatsyah
Diskusi Budaya Oleh Nisfu Syakban

 

B. Video

C. Publikasi Media

Klik disini

 

 

 

 

 

About Redaksi

Check Also

Pergunu Aceh Minta Kadisdik Lakukan Pendekatan Religius Sukseskan Vaksinasi

Banda Aceh-Jurnalpase.com|Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (Pergunu) Provinsi Aceh meminta Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Al …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *