Home / News / 40 Guru Aceh Dilatih Pemanfaatan Rumah Belajar

40 Guru Aceh Dilatih Pemanfaatan Rumah Belajar

Peserta Bimtek Pemanfaatan Rumah Belajar Bersama Kepala LPMP Aceh dan Duta Rumah Belajar Aceh 2019 di Grand Nanggroe Hotel, Minggu (8/12)

Jurnalpase.com|Banda Aceh – Sebanyak 40 orang guru dari 23 Kab/Kota Provinsi Aceh, jenjang SD, SMP, SMA dan SMK dilatih cara memanfaatkan portal Rumah Belajar di Grand Nanggroe Hotel, mulai dari Jumat sampai dengan Minggu (6-8/12).

Hadir sebagai narasumber kegiatan, Hasan Habibie, yang juga merupakan  Kepala Bidang Pengembangan Jejaring yang mewakili Kapustekkom. Selain itu Eni Susilawati dan Irayuni Sari yang merupakan Duta Rumah Belajar Provinsi Aceh Tahun 2019.

Hasan Habibie menjelaskan, rumah belajar adalah portal pembelajaran yang menyediakan  bahan belajar serta fasilitas komunikasi, yang mendukung interaksi antar komunitas.

“Rumah belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran diera industri 4.0, yang dapat dimanfaatkan oleh siswa guru pada seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/SMK sederajat, ” jelasnya.

Dengan menggunakan rumah belajar, lanjut Hasan, seluruh konten yang ada di rumah belajar dapat diakses dan dimanfaatkan Secara gratis. “Kita dapat belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja,” tuturnya.

Duta Rumah Belajar, Irayuni Sari juga memaparkan manfaat dari beberapa fitur utama yang bisa dilakukan di rumah belajar yakni fitur yang menyajikan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk gambar, video, animasi, simulasi, evaluasi dan permainan.

Kata Ira, dalam bank soal terkumpul soal dan materi evaluasi siswa yang dikelompokan berdasarkan topik ajar, tersedia pula berbagai akses soal latihan, ulangan dan ujian.

Sementara itu, Kepala LPMP Aceh Dr H Muslihuddin, mengatakan, aplikasi atau portal rumah belajar merupakan program sekolah bermutu yang dapat diimplementasikan di sekolahnya masing-masing.

“Dimana saat ini, kita berada diera digital, sehingga para guru diharapkan mampu mengikuti dan mengimbangi perkembangan zaman,” ujar Muslihuddin.

“Setelah mengikuti kegiatan tersebut saya berharap akan adanya motivasi, sehingga bisa berkreasi mengembangkan model-model pembelajaran dengan memanfaatkan sistem pembelajaran digital yang ada di sekolah,” pungkasnya.

Laporan: qusthalani

 

 

About Redaksi

Check Also

IGI Wilayah Aceh Gelar Kegiatan“Meugiwang”, Pendaftar Membludak

Jurnalpase.com|Banda Aceh – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh menggelar kegiatan Meurunoe dan Meubagi Wawasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *