
jurnalpase.com|Idi – SMK Negeri 1 Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur melaksanakan kegiatan Workshop Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran dan Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS pada tanggal 28-30 Oktober 2019 di Aula sekolah tersebut yang dibuka oleh Kasi GTK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur Syariful Azhar, S.Pd.
Dalam sambutannya, Antoni Samad, S.T Kepala SMK Negeri 1 Simpang Ulim menyampaikan bahwa workshop kurikulum ini setiap tahun dilaksanakan, agar guru dapat lebih siap menghadapi pembelajaran selama satu tahun kedepan.
Menurut Antoni, kegiatan workshop kurikulum tahun ini lebih terfokus pada penguatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan penilaian berbasis HOTS.
“Workshop ini sengaja kita rancang hanya fokus pada RPP dan Penilaian. Karena dua komponen ini penting dalam kurikulum 2013. Nanti secara teknis, guru langsung menyusun RPP dan untuk penilaian menyusun contoh soal HOTS,” jelas Antoni.
Ketua panitia pelaksana kegiatan Faisal, S.T menyampaikan kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran
“Kegiatan Workshop penyusunan perangkat pembelajaran ini merupakan agenda rutin Bidang Kurikulum SMK Negeri 1 Simpang Ulim untuk memberikan penguatan kepada guru,“ lanjut Faisal.
Faisal menambahkan, Kegiatan workshop ini akan berlangsung selama tiga hari dimulai Senin – Rabu (28 – 30 Oktober 2019) yang diikuti oleh seluruh guru Produktif dan beberapa koordinator guru Adaptif, Normatif SMK Negeri 1 Simpang Ulim seramai 24 orang, dan satu orang instruktur dari LPMP Aceh.
Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur yang diwakili oleh Kasi Pengembangan GTK mengatakan bahwa, penguatan kompetensi guru tidak hanya terfokus pada metodologi pengajaran saja. Tetapi, penguatan administrasi juga sama pentingnya.
“Guru kita tidak hanya memiliki kemampuan metodologi saja, tapi kemampuan menyusun administrasi pembelajaran juga harus ditingkatkan,” jelasnya.
Syariful menambahkan, kegiatan workshop ini diharapkan dapat menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran yang sesuai dengan perubahan terbaru kurikulum 2013.
“Saya berharap kepada semua guru agar serius mengikuti kegiatan ini dan dapat menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran yang sesuai dengan perubahan terbaru. Setelah kegiatan ini saya akan meminta pengawas pembina untuk melakukan supervisi guru agar mutu pembelajaran di SMK Negeri 1 Simpang Ulim dapat lebih baik,”pungkasnya.
Laporan:faisal
Jurnal Pase Media Online Pase