
Jurnalpase.com|Bireuen –SMA Negeri 2 Samalanga Kabupaten Bireuen mempersiapkan diri lebih awal menyongsong tahun ajaran baru yang direncanakan dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang.
Sebanyak 45 guru PNS dan Non PNS SMA, Negeri 2 Samalanga mau mengorbankan masa liburan demi untuk memperoleh ilmu atau materi pembelajaran RPP selembar dari pemateri yang juga instruktur nasioanal Propinsi Aceh, Bariati, S.Pd.
pelatihan dilaksanakan di SMAN 2 Samalanga mulai tanggal 6 -8 Juli secara tatap muka dengan tetap menjaga protokol kesehatan diikuti secara antusias oleh seluruh peserta pelatihan.
Dalam kesempatan tersebut, pemateri menyampaikan cara membuat RPP selembar untuk proses pembelajaran secra tatap muka jika siswa harus ke sekolah dalam bentuk shift dan keberlanjutan pembelajaran dari rumah dalam jaringan.
RPP menurut Bariati selaku pemateri perlu diajarkan kepada Guru baik PNS maupun Non PNS sebagai acuan dalam prose pembelajaran nantinya.
“Dimana guru tetap melayani siswa secara optimal, melalui pembelajaran tatap muka. RPP merupakan sebagai Acuan pembelajaran secara tapap muka merupakan hal yang sangat penting, bila kondisi sudah memungkinkan agar tidak terjadi prolema dalam prose mengajar di kelas di setiap satuan pendidikan,” jelasnya.
Selain itu Bariati juga menambahkan, materi yang disampaikan juga memanfaatkan bagi guru dan siswa bila sudah di aplikasikan dalam proses pembelajaran di setiap sekolah. Sehingga selain memperoleh materi, seluruh guru baik PNS dan Non PNS SMA Negeri 2 Samalanga bisa berinovasi dan berkriasi dalam mengembangkan RPP tersebut sesuai dengan kebutuhan para perserta didik.
Kepala SMA Negeri 2 Samalanga, Maryadi SPd mengatakan, bahwa sekolah yang dipimpinnya memiliki prospek yang bagus untuk tetap melayani siswa dalam proses pembelajaran baik secara tatap muka maupun secara daring kalau memang di butuhkan oleh orang tua siswa.
“ SMAN 2 Samalanga memiliki guru dan tenaga kependidikan yang memiliki komitmen untuk melayani siswa dan orang tuanya, yang juga daerah yang giografisnya memungkinkan pembelajaran secara tatap muka ,” ujarnya.
Lebih lanjut Maryadi menyebutkan sekolah ini juga mempunyai jaringan internet bilapun proses pembelajaran harus dilaksanakn secara daring. Ini sudah disiapkan jauh sebelumnya untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran
Laporan: hamdani
Jurnal Pase Media Online Pase