Home / News / BURUNG BANGAU DAN POHON BAKAU

BURUNG BANGAU DAN POHON BAKAU

BURUNG BANGAU DAN POHON BAKAU

(SUMARNI WATI KEPALA SEKOLAH SD NEGERI 6 DEWANTARA)

 

 

            Jalan ini bukanlah jalan satu-satunya menuju sekolahku. Pagi ini adalah pagi yang cerah aku berangkat seperti hari-hari biasa. Jalan yang ditempuh menuju sekolahku melewati jembatan, sungai, dan tambak tepatnya melewati jalan loskala. Disepanjang jalan itu aku selalu melihat keindahan yang membuat aku ingin selalu melintasinya. Sungai yang terkadang airnya jernih, terkadang airnya keruh. Airnya juga pasang dan terkadang juga surut.

            Di setiap pagi aku melihat banyak orang-orang mengais rejeki di sungai itu. Khususnya ibu-ibu mencari tiram. Tiram adalah sejenis kerang yang lengket di batu, di bambu yang ada di dalam sungai dan di dalam lumpur.

Hatiku menjadi sedih melihat mereka, pagi-pagi mereka sudah berendam di sungai untuk mencari rejeki. Bagiku itu sangat menyedihkan, tetapi mungkin bagi mereka itu hal yang biasa mereka lakukan. Mereka membawa bekal karena mereka belum sempat sarapan pagi di rumah. Sambil menikmati makanan yang mereka bawa, mereka becerita tentang hasil yang mereka dapatkan. Ada yang sedih karena hasilnya tidak seberapa, dan ada yang senang karena mendapatkan hasil yang cukup. Kesenangan tergambar diwajah mereka itupun apabila hasil yang mereka dapat cukup untuk melepaskan kelelahan yang mereka rasakan saat itu.

Di atas sampan kecil seorang nelayan melempar jala ikan, perahu kecil itu meliuk liuk berubah arah, tentu tidak se lincah ikan di dalam sungai tersebut. Di sungai itu aku melihat ada juga nelayan yang mencari ikan. Ada yang menjala ikan, ada yang memancing, dan ada juga yang menarik jala menggunakan perahu. Orang memanggilnya pak budi. Pak Budi sudah lama menekuni pekerjaan menjala ikan di sungai itu. Ibu-ibu jug tidak mau ketinggalan, ia mencari tiram untuk dijual ke pasar. Di sepanjang sungai ditumbuhi pohon bakau yang subur dan rindang. Pohon bakau itu berguna untuk melindungi tanah agar tidak terkikis oleh air. Pohon bakau itu juga banyak manfaatnya, selain untuk kelestarian alam, akar pohon bakau juga dapat membuat air menjadi jernih, mencegah terjadinya abrasi, menjadi tempat perkembang biakan mahluk yang ada di air, dan menjadi tempat berbagai habitat mahluk hidup.

            Di sepanjang sungai ditumbuhi pohon-pohon bakau yang subur nan rindang, di dahan pohon bakau banyak burung-burung bangau yang sedang ber canda mengepakkan sayap-sayapnya menikmati segarnya udara pagi itu. Burung-burung itu ada yang berdiri dengan sebelah kaki, ada yang terbang di atas air, ada yang sedang menangkap ikan, dan ada yang sedang menikmati hasil pencahariannya ikan segar yang ada di dalam sungai. Burung-burung itu ada yang berwarna hitam, tetapi kebanyakan berwarna putih. Indah sekali kelihatannya, leher dan kakinya yang panjang menambah keindahannya, begitu juga dengan paruhnya yang runcing ada yang berwarna kuning dan ada juga yang berwarna hitam. Subhanallah sungguh indah ciptaan Allah.

Tanpa terasa perjalan menuju ke sekolah begitu cepat. Pukul 7.30 bel berbunyi bertanda anak-anak akan melakukan senam bersama di halaman sekolah. Selesai senam anak-anak masuk kelas seperti hari-hari biasa mereka berbaris di depan kelas. Masuk satu persatu sambil mengucapkan salam pada ibu guru yang sudah berdiri di depan pintu.

Di dalam kelas anak-anak mulai berdoa, setelah berdoa mereka membaca. Sebelum memulai proses belajar mengajar Aku bertanya pada anak-anak. Bagaimana perjalanan kalian pagi ini dari rumah menuju ke sekolah? seorang anak menjawab “bu! Di perjalanan Saya melihat banyak burung-burung di atas pohon yang berterbangan dari satu tempat ketempat yang lain, dari satu dahan kedahan yang lain, burung-burung itu sangat senang, suaranya yang merdu, dan bulunya beraneka warna.

“Ada juga burung berwarna putih di lapangan bola yang kami lewati.” Lapangan itu tidak jauh dari pinggir sungai bu. “Burungnya besar-besar, dan tinggi bu, berwarna putih, kakinya panjang-panjang bu, kakinya ada yang berwarna hitam dan ada juga yang berwarna kuning,” begitu juga dengan paruhnya ada yang berwarna hitam dan ada yang berwarna kuning.

 Kata ibu Saya burung itu burung bangau namanya. Yusuf senang melihatnya, ia menyampaikan apa yang dilihat saat dalam perjalanan menuju sekolah. Rumah saya juga melewati sungai bu. Benar itu adalah burung bangau tapi burungnya jinak bu dia tidak mau terbang walaupun ada orang mencari ikan di sungai itu. Saya suka melihat burung bangau ada di atas pohon, “pohon apa itu Bu?” tanya yusuf. Putra menjawab dengan semangat. “ saya tahu, itu pohon bakau akarnya panjang-panjang.

Ayah sering mengajak putra pergi memancing di sungai itu, ikannya banyak. Ayah pernah bilang kalau itu pohon bakau namanya. Kata ayah pohon bakau itu hanya tumbuh di tempat  khusus tempat-tempat yang berlumpur, seperti di pinggir sungai, di dalam tambak dan di tepi pantai. Pohon bakau itu banyak kegunaannya selain tempat bangau berteduh pohon itu dapat menahan terjadinya pengikisan atau abrasi. itulah sebabnya pohon-pohon bakau tidak boleh di tebang harus dijaga kelestariannya. Jika ada pohon yang mati dan rusak harus di tanam pohon yang baru.

            “Bu! Di samping rumah Saya ada juga burung bangau di kurung dalam sangkar, Vina juga membuka cerita, tapi burungnya sudah mati bu karena, tidak diberi makan. Bu Sumarni memberi penjelasan pada muridnya. Sebaiknya burung-burung itu di biarkan terbang bebas jangan dikurung di dalam sangkar, apalagi sampai mati.

            “ Burung itu ciptaan siapa anak-anak?”. Allah Bu! Jawab murid serentak, “ya” anak-anak benar. Selain berdosa burungnya juga bisa punah kalau burungnya punah pemandangan alam kita tidak indah lagi. Oleh karena itu, kita perlu melestarikan lingkungan supaya kita dapat mendengar suara-suara burung-burung berkicau dan melihat keindahan sepanjang hari.

            “Benar bu!” kalau burungnya terbang bebas dia dapat mencari makan sendiri di sungai atau di tempat yang banyak ikannya bu, ada yang cari cacing di sawah, ada yang berdiri di atas sapi, dan ada yang cari makanan di lapangan bola kaki bu, kata Vina.

 Benar makanya burung- burung yang ada di lingkungan kita harus dijaga dengan baik tidak boleh ditangkap, karena semua burung ingin terbang bebas, Allah sudah menciptakan alam ini untuk semua makhluk hidup, manusia, hewan dan tumbuhan. Jadi kita harus bersyukur dengan cara menjaga dan merawat lingkungan kita, menanam pohon dan merawatnya, juga tidak menangkap burung-burung yang memang diciptakan Allah untuk keindahan Alam ini.

                                                                                                                Sumarni Wati. M. Pd.

                                                                                                                Kepsek UPTD SD 6 Dewantara Aceh Utara

About Admin Jurnal

Check Also

Tingkatkan Bakat Siswa Non Akademis, DISPUSIP Gelar Lomba Mewarnai dan Menggambar

jurnalpase.com|Lhoksukon – Untuk terus mengembangkan potensi dan bakat siswa di bidang non akademis, Dinas Perpustakaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *