
Jurnalpase.com|Bireuen – Sejumlah guru dan siswa SMAN 3 Bireuen mengikuti Sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Program ini bertujuan untuk meningkatkan Budaya Baca, baik bagi guru maupun siswa di sekolah yang sama. Gerakan literasi ini untuk meningkatkan penumbuhan Budi Pekerti dan penanaman nilai karakter anak dalam menyongsong pendidikan era disrupsi teknologi.
Hamdani dalam paparannya menyinggung bahwa gerakan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, merupakan suatu perintah Undang-undang dan wajib dilaksanakan segera pada setiap sekolah.
“GLN merupakan tanggung jawab semua manusia, ini merupakan fardhu ain bukan fardhu kifayah. Apalagi literasi merupakan perintah Allah yang disebut dalam Alquran.”, disampaikan Ketua Literasi Aceh, Hamdani.
Jika perlu, gerakan literasi sekolah tidak sekadar rutinitas. Saatnya mendorong gerakan literasi melahirkan karya otentik dari siswa dan guru. Paling tidak, semangat ini diusung SMAN 3 Bireuen, sekolah di bawah Dinas Pendidikan Aceh. Di sini, sekolah tidak hanya menyediakan perpustakaan dengan fasilitas buku-buku yang menarik dan desain ruangan perpustakaan yang ramah dan nyaman, tetapi pembelajaran di sekolah pun dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi siswa.
“Dari karya siswa ini, kita poles untuk jadi kumpulan cerpen. Hal ini mendorong mereka terus terinspirasi untuk menulis. Sudah ada beberapa kumpulan cerpen siswa yang dihasilkan selama ini yang tergabung dalam gerakan Satu Kelas Satu Buku (SAKESAKU),” pungkasnya.[qu]
Jurnal Pase Media Online Pase