Home / News / GURU ACEH HADIRI KEGIATAN INTI BANGSA 2019 BANGKA BELITUNG

GURU ACEH HADIRI KEGIATAN INTI BANGSA 2019 BANGKA BELITUNG

Peserta inti bangsa dari Aceh. Foto: koleksi jurnalpase.com

Jurnalpase.com|Pangkal pinang -Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) gelar kegiatan internalisasi nilai kebangsaan ( Inti Bangsa) Tahun 2019, yang di laksanakan di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung.

Kegiatan Inti Bangsa 2019 Tahun ini  bertempat digedung LPMP Provinsi Bangka Belitung. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, dimulai pada tanggal 16 berakhir pada tanggal 19 juli 2019, bertajuk “Mengali Sejarah, Memperkuat Identitas Bangsa.”

Direktorat Sejarah Kemendikbud RI, Triana Wulandari, menjelaskan maksud dari kegiatan tersebut adalah sebagai penguatan pendidikan karakter berbasis sejarah.

“Peserta yang terlibat dalam kegiatan Inti Bangsa 2019, Sebanyak 100 guru sekolah Menengah Pertama (SMP/Sederajat) IPS Se -Indonesia, di antaranya 68 guru dari perwakilan provinsi yang lolos dalam seleksi penulisan esay, setiap provinsi mewakili 2 guru.” sebutnya.

Perwakilan dari Provinsi Aceh yakni Ghazam Fazir, S.Pd. dari SMPS Malem Diwa, Cot Bada Kecamatan Langkahan,  Aceh Utara dan Mursyidah, S.Pd dari SMPN 7 Bandar Baru, Pidie jaya. Keduanya merupakan anggota IGI aktif.

Gubernur Babel yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Yanuar pada acara pembukaan (16/07/2019), bertempat di Gedung Mahligai, Kota Pangkal Pinang mengatakan “Sejarah adalah aset penting bagi indonesia, terkhusus untuk prov babel yang patut dijaga secara berkelanjutan.”

Hari kedua kegiatan Inti Bangsa 2019 diisi dengan observasi di Pesanggraham Menumbing (Rumah pengasingan Bung Karno, Hatta, Agus Salim, Surya Darma, A.Subarjo, Mr. Assat), dan di lanjutkan ke SMPN 1 MONTOK, ke Sekolah SMP yang sudah menerapkan sekolag berbasis/model Sejarah yang ada di Kab, Bangka Barat, yang di pantu oleh Kabid Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab, Bangka Barat.

Dihari terakhir, guru SMP/sederajat mapel IPS se-Indonesia berkunjung dan observasi ke sekolah berbasis sejarah di SMPN 1 Pangkal Pinang, pada masa Hindia-Belanda sekolah tersebut terkenal dengan nama HSC (Hollandsche Chineesche School).

Berdasarkan informasi yang didapatkan, kegiatan inti bangsa tahun ini memiliki 3 konsep utama, yaitu Sejarah, Kebangsaan, dan Pendidikan karakter.

 

Laporan: qusthalani

About Redaksi

Check Also

Keren! Siswi SMAN 1 Peunaron Raih Nilai Try Out Tertinggi se-Aceh Timur

Aceh Timur| Jurnalpase.com, 26 Februari 2026 – Prestasi membanggakan datang dari pedalaman Aceh Timur. Santiasa, siswi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *