
Aceh Utara | Jurnalpase.com, 16 Maret 2026 – Komunitas Sahabat Budaya menegaskan komitmennya dalam menjaga dan merawat identitas daerah melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Buku Ensiklopedia Budaya Aceh. Kegiatan yang mengusung tema “Melestarikan Budaya Masa Lampau” ini dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 15 Mei 2026 di Mitra Hotel, dengan melibatkan pegiat budaya, penulis, akademisi, serta generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap warisan budaya Aceh.
Ketua Panitia Pelaksana yang bertugas di MTsS Damora Lhoksumawe, Riena Tamita, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan penulisan biasa, melainkan sebuah upaya strategis untuk menyelamatkan sejarah lisan, adat istiadat, serta tradisi Aceh yang perlahan mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
Menurutnya, banyak unsur budaya Aceh yang selama ini hidup dalam ingatan masyarakat, tetapi belum terdokumentasi secara sistematis dan ilmiah. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya jejak pengetahuan budaya jika tidak segera dilakukan upaya pendokumentasian yang serius.
“Aceh memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari tradisi adat, seni pertunjukan, kuliner, hingga nilai-nilai kearifan lokal. Namun sayangnya, sebagian besar masih tersebar dalam cerita lisan dan belum tercatat secara saintifik. Melalui Bimtek ini, kami ingin membekali para pegiat budaya dengan metodologi penulisan yang tepat agar lahir sebuah karya monumental berupa Buku Ensiklopedi Budaya Aceh,” ujar Riena Tamita dalam kegiatan pembukaan.
Ia menambahkan, ensiklopedia yang direncanakan tidak hanya memuat deskripsi budaya secara umum, tetapi juga dilengkapi dengan referensi akademik, dokumentasi lapangan, serta pendekatan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, buku tersebut diharapkan mampu menjadi sumber rujukan penting bagi dunia pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kebudayaan daerah.
Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan dua pakar pendidikan dan literasi sebagai narasumber utama, yakni Rahmatsyah, S.Pd., M.Pd. dan Qusthalani, S.Pd., M.Pd. Keduanya akan memberikan pemaparan terkait teknik pengumpulan data budaya, metode penulisan ilmiah populer, penyusunan struktur ensiklopedia, hingga strategi penyuntingan naskah agar sesuai dengan standar penerbitan akademik.
Materi yang diberikan juga mencakup teknik wawancara dengan tokoh adat, cara mengolah sumber sejarah lisan, serta langkah-langkah memverifikasi data budaya agar memiliki validitas yang kuat. Dengan pendekatan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengubah data dan pengalaman budaya yang selama ini berserakan menjadi tulisan yang sistematis dan bernilai ilmiah.
Antusiasme peserta terhadap kegiatan ini pun terlihat cukup tinggi. Rizky Aulia, salah seorang peserta yang hadir, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dinilai sangat relevan bagi generasi muda Aceh yang ingin terlibat aktif dalam pelestarian budaya.
Menurutnya, selama ini banyak pegiat budaya yang memiliki data, cerita, dan dokumentasi mengenai tradisi daerah, namun belum memiliki kemampuan teknis untuk mengolahnya menjadi karya tulis yang terstruktur seperti ensiklopedi.
“Ini adalah langkah yang sangat keren dan solutif. Selama ini kita punya banyak data budaya, tapi sering bingung bagaimana membukukannya menjadi ensiklopedi yang menarik dan mudah dipahami. Dengan bimbingan langsung dari para ahli, saya yakin kita bisa menghasilkan karya yang membanggakan untuk Aceh,” ungkap Rizky dengan penuh semangat.
Selain menjadi ruang belajar, kegiatan ini juga dirancang sebagai forum kolaborasi antara peneliti, penulis, dan komunitas budaya. Para peserta akan didorong untuk membangun jaringan kerja bersama agar proses penulisan dan pengumpulan data budaya dapat terus berlanjut setelah kegiatan Bimtek selesai.
Kegiatan strategis ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui program Dana Indonesiana, serta Dinas Pendidikan Aceh dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian budaya daerah merupakan bagian penting dari pembangunan kebudayaan nasional.
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas, Sahabat Budaya berharap Buku Ensiklopedi Budaya Aceh yang dihasilkan nantinya dapat menjadi rujukan utama bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat luas dalam memahami kekayaan budaya Aceh secara lebih mendalam.
Lebih dari sekadar buku referensi, ensiklopedia tersebut diharapkan mampu menjadi warisan pengetahuan yang menjaga ingatan kolektif masyarakat Aceh, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi yang semakin cepat.[]
Jurnal Pase Media Online Pase