
Banda Aceh | Jurnalpase.com, 19 November 2025 – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haythar, menegaskan pentingnya penerapan Satu Data Aceh sebagai fondasi utama dalam menangani persoalan sosial di Tanah Rencong. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Dinas Sosial Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe, Selasa (18/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Sosial memaparkan sejumlah program prioritas, mulai dari perlindungan sosial, penanganan fakir miskin, rehabilitasi sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga respons bencana. Seluruh layanan ini kini diarahkan untuk terhubung dengan sistem data terpadu agar penanganan di lapangan lebih cepat dan akurat.
Audiensi ini juga diikuti para kepala UPTD serta unsur pilar sosial seperti TAGANA, TKSK, Karang Taruna, PSM, Pelopor Perdamaian, PKH, dan LKKS. Keterlibatan berbagai unsur ini dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi dan integrasi data.
Salah satu fokus pembahasan adalah finalisasi Sistem Akses Perlindungan Sosial Aceh (ASPAS), platform digital yang menghubungkan seluruh layanan berbasis Aceh Social ID (ASID). Melalui ASPAS, warga nantinya bisa mengecek bantuan, mengajukan layanan, hingga memantau distribusi secara transparan.
“Satu Data harus jadi dasar agar penanganan sosial di Aceh lebih terukur dan benar-benar tepat sasaran,” ujar Wali Nanggroe.
Plt Kadis Sosial Aceh, Chaidir, menambahkan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut, termasuk menyiapkan One Stop Service (OSS) sebagai pusat layanan sosial terpadu.
“Integrasi data adalah kunci. Kami akan pastikan sistem ini berjalan maksimal dengan dukungan seluruh pihak,” kata Chaidir.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat penguatan Satu Data Aceh serta pengembangan ASPAS sebagai langkah menuju pelayanan sosial yang lebih modern, terintegrasi, dan responsif.[]
Jurnal Pase Media Online Pase