
Aceh Utara| Jurnalpase.com, 02 Januari 2026 – Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada sektor pendidikan. Sejumlah sekolah di Aceh Timur dan Aceh Tamiang terdampak genangan air dan lumpur akibat tingginya curah hujan, sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Merespons kondisi tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Aceh Utara, Muhammad Johan, mengoordinasikan pengiriman 70 relawan pendidikan ke wilayah terdampak di Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28–29 Desember 2025, dengan fokus utama membersihkan lingkungan sekolah agar siap digunakan kembali untuk pembelajaran.
Sebelumnya, 60 relawan telah lebih dahulu diterjunkan ke sejumlah sekolah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur, sebelum kemudian dilanjutkan dengan pengiriman relawan tambahan ke Aceh Tamiang. Langkah ini dilakukan atas arahan Gubernur Aceh dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan sarana pendidikan pascabencana.
Menurut Muhammad Johan, kegiatan relawan kali ini secara khusus difokuskan pada pembersihan fasilitas sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan sesuai jadwal.
“Relawan kami ditugaskan untuk membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak banjir, mulai dari ruang kelas, halaman, hingga fasilitas pendukung lainnya. Targetnya, sekolah sudah siap digunakan dan pembelajaran dapat dimulai kembali pada 5 Januari,” ujar Muhammad Johan.
Ia menambahkan, meskipun Aceh Utara juga mengalami dampak banjir, dukungan terhadap daerah lain tetap menjadi bagian dari tanggung jawab bersama di sektor pendidikan.
“Kami ingin memastikan anak-anak bisa kembali belajar tepat waktu. Membersihkan sekolah adalah langkah awal yang sangat penting agar proses pendidikan tidak semakin tertunda,” katanya.
Data sementara menunjukkan, banjir di Aceh Timur dan Aceh Tamiang menyebabkan banyak sekolah dipenuhi lumpur dan sampah, sehingga memerlukan penanganan cepat sebelum aktivitas belajar dimulai kembali. Selama 28–29 Desember 2025, relawan akan bekerja bersama pihak sekolah dan masyarakat setempat untuk mempercepat pembersihan sarana pendidikan.
Relawan tersebut terdiri atas unsur Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan (tendik). Mereka dikerahkan khusus untuk mendukung kesiapan sekolah menghadapi dimulainya kembali pembelajaran pada 5 Januari, sebagai bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Aceh dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan pascabencana.[]
Jurnal Pase Media Online Pase