Home / News / Plt Kadisdik Bersuara Keras: SMK Harus Mandiri, yang Gagal Produktif Status BLUD-nya Akan Disetop!

Plt Kadisdik Bersuara Keras: SMK Harus Mandiri, yang Gagal Produktif Status BLUD-nya Akan Disetop!

Takengon | Jurnalpase.com, 09 November 2025 – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, menegaskan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) harus mampu mandiri secara finansial. Ia menekankan, BLUD yang gagal membiayai operasionalnya sendiri selama tiga tahun berturut-turut akan ditutup.

“Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Aceh, Bapak Muzakir Manaf, melalui Sekda Aceh, Bapak Nasir Syamaun. Semua BLUD yang tidak mampu mencukupi dirinya sendiri setelah tiga tahun akan kita tutup. Jadi, kelola dengan baik dan manfaatkan potensi yang ada,” tegas Murthalamuddin saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) MKKS SMK se-Aceh di Hotel Renggali, Takengon, Sabtu (8/11/2025).

Murthalamuddin mendorong SMK di Aceh agar berani berinovasi dan menciptakan produk unggulan sesuai potensi daerah masing-masing. Ia mencontohkan, SMK di wilayah pesisir bisa mengembangkan produk olahan laut seperti bakso ikan yang bernilai ekonomi tinggi.

“Ke depan, kalau ada orang mau jualan bakso goreng, mereka bisa ambil bahan bakunya dari SMK. Itu artinya, SMK menjadi bagian dari rantai ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia juga mendorong SMK di daerah perkebunan untuk mengembangkan produk berbasis sawit dan hasil pertanian lainnya dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Selain soal kemandirian BLUD, Murthalamuddin menekankan pentingnya solidaritas, komunikasi terbuka, dan kolaborasi lintas bidang dalam memajukan pendidikan Aceh.

“Saya tidak ingin ada sekat antarbidang. Kalau ada masalah, sampaikan saja langsung. Saya akan teruskan ke bidang terkait dan pantau penyelesaiannya,” katanya.

“Kita harus jujur menilai kinerja masing-masing. Tidak ada yang sempurna, termasuk saya. Yang penting, kita terus berbenah,” ujarnya.

Murthalamuddin turut menyoroti kondisi paradoksal pendidikan Aceh: anggaran besar, tetapi mutu belum berbanding lurus.

“Anggaran pendidikan kita besar, tapi rapor mutu masih rendah, bahkan di bawah Maluku, Papua, dan Gorontalo. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ungkapnya.

Sebagai mantan Kepala Biro Humas Setda Aceh, Murthalamuddin menegaskan kembali tujuan utama pendidikan vokasi adalah melahirkan lulusan SMK yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri.

“Bapak dan Ibu di lapanganlah yang paling tahu bagaimana menyiapkan anak-anak kita agar siap menghadapi dunia kerja,” tandasnya.

Rakor MKKS SMK se-Aceh itu berlangsung interaktif. Selain para kepala SMK, hadir pula para kepala bidang di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh serta mitra industri seperti PT Solusi Bangun Andalas (Lhonga) dan PT Sukses Bersama Tekstil (Medan) yang berbagi pandangan terkait kebutuhan tenaga kerja masa kini.[]

About Redaksi

Check Also

Sahabat Budaya Gelar Bimtek Penulisan Ensiklopedia Budaya Aceh di Lhoksukon

Aceh Utara | Jurnalpase.com, 16 Maret 2026 – Komunitas Sahabat Budaya menegaskan komitmennya dalam menjaga dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *